
INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di kawasan Karanggetas–Sukalila sebagai upaya mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi, khususnya di sekitar Simpang Surya Asia dan Jembatan Kalibaru.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Gunawan, mengatakan rekayasa lalu lintas tersebut masih dalam tahap persiapan dan ditargetkan mulai diterapkan sekitar September hingga Oktober 2026, setelah seluruh kajian teknis selesai dilakukan.
Menurut Gunawan, kepadatan kendaraan di depan Surya Asia terjadi karena arus kendaraan dari berbagai arah bertemu pada satu titik, mulai dari kawasan Alun-Alun Kejaksan, Pasar Pagi, hingga Jalan Karanggetas.
“Selama ini seluruh arus kendaraan berkumpul di depan Surya Asia sehingga sering menimbulkan kemacetan. Karena itu kami menyiapkan perubahan arus lalu lintas agar beban kendaraan di simpang tersebut bisa berkurang,” ujarnya pada Jum’at 24 Juli 2026.
Salah satu perubahan yang akan diterapkan adalah pembalikan arah Jalan Sukalila Utara. Jika sebelumnya kendaraan melaju dari arah Simpang Tiga menuju Jalan Siliwangi atau Simpang Empat Jembatan Kalibaru, nantinya arus akan dibalik dari arah Jembatan Kalibaru menuju Jalan KS Tubun.
Dengan perubahan tersebut, kendaraan dari Pasar Pagi maupun Alun-Alun yang hendak menuju Jalan Siliwangi tidak lagi harus melalui titik persimpangan yang selama ini menjadi penyebab utama kemacetan.
Dishub juga memperhitungkan pengurangan titik persilangan (crossing) kendaraan di Simpang Empat Jembatan Kalibaru. Selama ini, arus kendaraan dari berbagai arah saling berpotongan sehingga memperlambat laju lalu lintas.
“Kalau arusnya sudah dibalik, kendaraan akan lebih mengalir sehingga konflik persilangan di simpang bisa dikurangi secara signifikan,” jelas Gunawan.
Selain kendaraan pribadi, rekayasa lalu lintas tersebut juga akan mengatur pergerakan angkutan kota (angkot). Namun, Gunawan memastikan trayek angkot tidak akan berubah, melainkan hanya menyesuaikan arah perjalanan sesuai sistem lalu lintas yang baru.
“Trayek angkot tetap, hanya arah perjalanannya yang akan disesuaikan dengan rekayasa arus lalu lintas,” katanya.
Dishub Kota Cirebon saat ini masih melakukan kajian teknis untuk menghitung efektivitas rekayasa tersebut terhadap pengurangan volume kendaraan dan tingkat kemacetan di kawasan Karanggetas, Surya Asia, hingga Jembatan Kalibaru.
“Kami berharap penerapan rekayasa arus lalu lintas ini dapat meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat, mengurangi antrean kendaraan di pusat kota, serta menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib, aman, dan efisien,” pungkasnya.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi







