Beranda Pemerintah Wali Kota Cirebon Effendi Edo Promosikan Potensi Investasi di Kunci Bersama Summit...

Wali Kota Cirebon Effendi Edo Promosikan Potensi Investasi di Kunci Bersama Summit 2026

0
5
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menghadiri Kunci Bersama Summit 2026. Kris

INAPOS, KOTA CIREBON.- Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, menghadiri Kunci Bersama Summit 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (27/7/2026). Forum yang mempertemukan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, BUMN, BUMD, serta berbagai pemangku kepentingan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antardaerah sekaligus membuka peluang investasi di kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kunci Bersama merupakan forum kerja sama antardaerah yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun dan melibatkan 10 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kota Banjar, Kabupaten Brebes, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Pangandaran.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa kawasan Kunci Bersama memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dengan jumlah penduduk gabungan mencapai lebih dari 13 juta jiwa. Potensi tersebut meliputi sektor ketahanan pangan, perdagangan, industri, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kebudayaan.

“Forum ini sangat penting karena pembangunan tidak bisa lagi dilakukan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi lintas batas administratif, lintas sektor, dan lintas kepentingan,” ujar Erwan.

Menurutnya, Kunci Bersama Summit tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga diarahkan menghasilkan kerja sama nyata melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah mitra strategis, di antaranya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT BIJB Kertajati, dan Kadin Indonesia.

Selain itu, agenda business matching dan ekspos potensi daerah diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan investor dengan berbagai peluang investasi yang dimiliki setiap daerah.

“Melalui ekspos potensi 10 kabupaten dan kota serta business matching, kami berharap lahir kerja sama yang nyata, investasi yang berkualitas, dan manfaat ekonomi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sekretariat Kerja Sama (Setker) Kunci Bersama, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan bahwa forum tersebut lahir dari semangat menjadikan batas administrasi bukan sebagai penghalang kolaborasi.

“Lima belas tahun yang lalu Kunci Bersama lahir dari sebuah tekad bahwa batas administrasi tidak boleh membatasi imajinasi dan tidak boleh menjadi batas kolaborasi, apalagi menjadi batas kemajuan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kawasan Kunci Bersama memiliki ruang ekonomi yang sangat menjanjikan, mulai dari pertanian modern, agribisnis, kelautan dan perikanan, peternakan, industri manufaktur, pariwisata, sport tourism, hingga perdagangan karbon.

Menurut Dian, kepercayaan investor hanya dapat dibangun melalui kepastian regulasi, kemudahan pelayanan, serta komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Summit ini bukan sekadar forum diskusi atau seremonial. Ini adalah upaya untuk mempertegas komitmen, membangun jejaring kemitraan, dan membuka jalan menuju masa depan kawasan yang lebih kompetitif, lebih maju, dan lebih sejahtera,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Cirebon Effendi Edo memaparkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kota Cirebon sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan Ciayumajakuning. Posisi Kota Cirebon yang berada di jalur Pantura, terhubung dengan jalan tol, jalur kereta api, serta memiliki pelabuhan, menjadi keunggulan utama dalam mendukung konektivitas, logistik, perdagangan, dan mobilitas masyarakat.

“Kota Cirebon berada di posisi yang sangat strategis, dengan dukungan konektivitas darat, laut, dan kereta api. Posisi ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi,” ujar Effendi Edo.

Ia menjelaskan, Kota Cirebon menawarkan berbagai potensi investasi di sektor perdagangan dan jasa, UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata budaya dan kuliner, perhotelan, fasilitas Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), hingga pengembangan tenaga kerja yang terampil dan produktif.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang investasi pada pengembangan kawasan pesisir dan wisata bahari, revitalisasi kawasan heritage dan wisata budaya, penguatan pusat perdagangan dan jasa, peningkatan fasilitas logistik dan kepelabuhanan, serta pembangunan kawasan komersial.

“Dengan lokasi yang strategis, infrastruktur yang lengkap, serta potensi ekonomi dan budaya yang beragam, Kota Cirebon siap menjadi bagian dari kolaborasi investasi dan pengembangan kawasan Kunci Bersama,” katanya.

Effendi Edo menambahkan, iklim investasi di Kota Cirebon semakin didukung dengan kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang telah terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Sistem tersebut memberikan kepastian hukum dan kemudahan bagi investor dalam menjalankan kegiatan usaha.

Ia berharap Kunci Bersama Summit 2026 menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antardaerah, memperluas konektivitas ekonomi, serta mendorong pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Semoga kerja sama antardaerah semakin berkembang, dari sekadar komunikasi dan koordinasi menjadi kolaborasi konkret yang mampu membuka peluang investasi, memperluas konektivitas ekonomi, serta mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah,” harapnya.

Kunci Bersama Summit 2026 mengusung tema “Penguatan Kerja Sama Antardaerah sebagai Strategi Percepatan Pembangunan dan Pemerataan Ekonomi Kawasan Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.” Selain penandatanganan nota kesepahaman, agenda tersebut juga diisi dengan ekspos potensi daerah, business matching, penguatan kelembagaan, pembentukan Kunci Bersama Investment Forum, serta penandatanganan Deklarasi Kunci Bersama sebagai komitmen memperkuat pembangunan kawasan secara berkelanjutan.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini