Beranda TNI-Polri Satlantas Polresta Cirebon Siapkan Strategi Atasi Kemacetan Kawasan Industri Cirebon Timur

Satlantas Polresta Cirebon Siapkan Strategi Atasi Kemacetan Kawasan Industri Cirebon Timur

0
6
Satlantas Polresta Cirebon melakukan sosialisasi tertib lalulintas di Kecamatan Waled.

Satlantas Polresta Cirebon Siapkan Strategi Atasi Kemacetan Kawasan Industri Cirebon Timur

INAPOS. CIREBON – Kemacetan yang kerap terjadi di kawasan industri Cirebon Timur menjadi perhatian serius Satlantas Polresta Cirebon. Selain menempatkan personel di titik-titik rawan, kepolisian juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah awal sebelum melakukan penindakan hukum.

Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi tertib berlalu lintas yang digelar di Aula Kantor Desa Cibogo, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini dihadiri masyarakat dari berbagai unsur serta perwakilan perusahaan di wilayah Kecamatan Waled, Pabuaran, Ciledug, dan Pabedilan.

Kasat Lantas Polresta Cirebon, AKP Yudha Satyo Rahardjo, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat agar semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas.

“Ini merupakan wujud layanan terbaik kita terhadap masyarakat. Diharapkan masyarakat bisa tertib berlalu lintas, bisa memahami pengetahuan-pengetahuan yang sudah diberikan oleh Satlantas Polresta Cirebon dan tujuannya adalah Tamsotip Satlantas,” ujar AKP Yudha.

Menurut AKP Yudha, penanganan persoalan lalu lintas di kawasan industri tidak bisa dilakukan oleh kepolisian saja, tetapi membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.

“Jadi solusinya tentunya kita butuh kolaborasi, butuh kerja sama. Di sini ada Forkopimcam, di tingkat kabupaten ada Forkopimda. Tentunya dalam hal ini kita bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada,” katanya.

AKP Yudha mencontohkan, pengaturan jam masuk karyawan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

“Misalkan contohnya jam masuk bisa diatur. Per setengah jam berapa orang, setengah jam kemudian lagi berapa orang. Tentunya tugas kepolisian sebagai Satlantas Polresta Cirebon menerjunkan personel di titik-titik kemacetan. Ini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat dan wujud kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Satlantas juga telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di wilayah Ciledug.

“Jadi solusinya tentunya kita sebagai Satlantas membuat rekayasa jalan dan memploting personel-personel anggota Satlantas Polresta Cirebon di titik-titik rawan, di pertigaan maupun perlintasan kereta api,” ungkap AKP Yudha.

Terkait wacana penerapan sistem satu arah atau one way, AKP Yudha menegaskan hal tersebut masih memerlukan kajian yang matang.

“Untuk wacana one way tentunya harus dikaji lebih mendalam karena one way ini sudah layak atau belum jalannya. Sudah bisa diterima masyarakatnya karena jangan sampai one way ini membawa hal yang tidak diinginkan. Yang tujuannya bagus untuk memperlancar arus lalu lintas malah berdampak negatif bagi masyarakat itu sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, AKP Yudha juga menyoroti masih tingginya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara di kawasan industri.

“Masih banyak pelanggaran-pelanggaran lalu lintas kasat mata. Tidak menggunakan helm, kelengkapan administrasi yang kurang lengkap, dalam artian tidak mempunyai SIM, motor bodong atau motor yang tidak jelas asal-usulnya. Terus juga kecelakaan karena faktor pelanggaran yang disebabkan oleh manusia,” ujarnya.

Selain pelanggaran pengendara, pihaknya juga masih menemukan kendaraan angkutan yang melanggar aturan dimensi dan muatan.

Overdimension atau overload,” tambahnya.

Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, Satlantas Polresta Cirebon akan terus mengedepankan pendekatan persuasif melalui sosialisasi di berbagai tempat sebelum melakukan penindakan hukum.

“Tentunya dalam hal ini kita ada tahap-tahapan, di mana tahapan-tahapan ini kita akan melaksanakan sosialisasi secara gencar, baik di pabrik-pabrik, baik di sekolahan, baik dengan unsur masyarakat melalui kegiatan seperti ini, FGD yang dilakukan di kecamatan-kecamatan,” jelas AKP Yudha.

Setelah tahapan sosialisasi, kepolisian akan melakukan penegakan hukum secara berkala melalui razia yang waktunya disesuaikan agar tidak menambah kemacetan.

“Hal yang terakhir adalah tindakan represif, tindakan penegakan hukum yang harus diselaraskan dan harus tegas tapi humanis. Maka dari itu akan dilaksanakan razia-razia berkala, kapan dan jamnya yang tidak mengganggu kemacetan. Misalnya jam pabrik masuk jam 7 berarti kita melaksanakan razianya di luar jam itu, contohnya jam 10. Begitu juga saat jam pulang kerja, razia bisa dilakukan pada malam hari,” tegas AKP Yudha.

Menurut AKP Yudha, kehadiran polisi melalui razia juga bertujuan mencegah munculnya tindak kriminalitas.

“Karena razia ini dilakukan juga supaya tindakan kejahatan yang lain tidak muncul. Sudah melihat keberadaan kepolisian, ini menjadi alert atau peringatan bagi pelaku kejahatan sehingga tidak melakukan tindak pidana,” katanya.

Di akhir kegiatan, AKP Yudha berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan.

“Dengan harapan sehingga masyarakat bisa tertib berlalu lintas, tidak ada pelanggaran. Tentunya petugas kepolisian ini sangat menyayangi dan menghargai nyawa masyarakat. Sungguh ironis, sungguh sangat sedih bagi kami apabila tetap ada kejadian lakalantas yang menyebabkan meninggal dunia. Bahkan sudah sosialisasi, sudah dilaksanakan tindakan represif, tindakan penegakan hukum sudah dilaksanakan tapi tetap banyak pelanggaran,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini