Beranda Ragam Cegah Penipuan Online, Mahasiswa KPM UIBB Cirebon Gelar Seminar Literasi Keuangan Digital

Cegah Penipuan Online, Mahasiswa KPM UIBB Cirebon Gelar Seminar Literasi Keuangan Digital

0
3

INAPOS, KAB CIREBON.- Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Bunga Bangsa (UIBB) Cirebon menggelar seminar bertajuk “Meningkatkan Literasi Keuangan Digital dan Ketahanan Nasional melalui Edukasi Digital serta Pencegahan Kejahatan Siber” di Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam meningkatkan pemahaman tentang penggunaan layanan keuangan digital yang aman sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap berbagai ancaman kejahatan siber yang terus berkembang di era digital.

Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua KPM Desa Melakasari, Diva Melshandy, bersama Kuwu Desa Melakasari, Shocibi. Acara tersebut dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian materi.

Ketua KPM Desa Melakasari, Diva Melshandy, mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi masyarakat yang kini semakin bergantung pada teknologi digital dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memahami risiko yang menyertainya. Harapannya, masyarakat semakin cerdas dalam bertransaksi secara digital dan mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan siber,” ujar Diva.

Sementara itu, Kuwu Desa Melakasari, Shocibi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KPM UIBB Cirebon yang menghadirkan edukasi dengan menggandeng OJK Cirebon dan Polsek Gebang sebagai narasumber.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KPM dan para narasumber yang telah memberikan ilmu kepada masyarakat. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan karena hampir seluruh aktivitas sekarang sudah menggunakan teknologi digital. Warga harus mengetahui cara bertransaksi yang aman agar tidak menjadi korban penipuan,” katanya.

Dalam seminar tersebut, materi pertama disampaikan oleh Dilah dari OJK Cirebon yang menjelaskan pentingnya literasi keuangan digital di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan berbasis teknologi.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami cara memilih layanan keuangan yang legal, sekaligus menjaga keamanan data pribadi saat melakukan transaksi digital.

“Jangan mudah tergiur tawaran investasi dengan keuntungan yang tidak masuk akal atau pinjaman online yang tidak berizin. Pastikan selalu menggunakan layanan yang resmi dan diawasi OJK. Selain itu, jangan pernah memberikan PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun,” tegas Dilah.

Ia menambahkan, literasi keuangan yang baik menjadi kunci utama untuk menghindari berbagai bentuk penipuan digital.

“Semakin tinggi literasi keuangan masyarakat, semakin kecil peluang pelaku kejahatan memanfaatkan ketidaktahuan korban. Karena itu kami terus mendorong masyarakat untuk selalu mengecek legalitas setiap layanan keuangan sebelum menggunakannya,” tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gebang, Yahya, memaparkan berbagai modus kejahatan siber yang kini banyak menyasar masyarakat, mulai dari phishing, pencurian data pribadi, peretasan akun media sosial, hingga penipuan melalui aplikasi pesan instan.

“Pelaku kejahatan siber terus mengembangkan berbagai modus baru. Masyarakat harus lebih waspada terhadap tautan yang mencurigakan, jangan sembarangan mengunduh aplikasi, dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada orang yang tidak dikenal,” ujar Yahya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengalami atau mengetahui tindak kejahatan siber.

“Apabila menjadi korban, jangan ragu untuk segera melapor. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang kami untuk melakukan penelusuran dan meminimalkan kerugian yang dialami korban,” katanya.

Melalui seminar ini, mahasiswa KPM Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon berharap masyarakat Desa Melakasari semakin memahami pentingnya literasi keuangan digital, mampu mengenali berbagai modus kejahatan siber, serta lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Edukasi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang cerdas, aman, dan tangguh dalam menghadapi tantangan transformasi digital, sekaligus memperkuat ketahanan nasional melalui peningkatan literasi digital dan keamanan siber di tingkat masyarakat.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini