Beranda Ragam Pertamina Kilang Balongan Optimalkan Gas Suar, Lingkungan Lebih Bersih dan Operasional Makin...

Pertamina Kilang Balongan Optimalkan Gas Suar, Lingkungan Lebih Bersih dan Operasional Makin Efisien

0
17
Pertamina Kilang Balongan. Ist

INAPOS, INDRAMAYU.- Nyala api flare atau gas suar bakar yang semakin kecil di kawasan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan ternyata menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Berbeda dengan anggapan masyarakat yang menganggap nyala api flare besar sebagai tanda tingginya aktivitas kilang, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan justru terus berupaya mengurangi pembakaran gas melalui berbagai inovasi agar gas tersebut dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi yang bernilai tambah.

Flare sendiri merupakan sistem keselamatan (safety system) yang wajib dimiliki setiap industri minyak dan gas untuk membakar kelebihan gas hidrokarbon secara aman demi menjaga keamanan operasional kilang.

Komitmen terhadap efisiensi energi diwujudkan melalui berbagai program inovasi dan improvement yang dikembangkan para Perwira Kilang Balongan. Program tersebut difokuskan pada optimalisasi pengelolaan gas suar, baik melalui pemanfaatan kembali gas buang sebagai bahan bakar proses maupun berbagai upaya pengurangan pembakaran gas di flare.

Atas konsistensi tersebut, Kilang Balongan berhasil meraih Penghargaan Kategori Optimalisasi Pengelolaan Gas Suar pada Kegiatan Usaha Hilir Migas Bidang Keselamatan Migas dan Optimalisasi Gas Suar dalam Subroto Awards 2025. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Inovasi terbaru yang berhasil diterapkan adalah Optimalisasi Pengelolaan Excess Gas ex NPU melalui Reaktivasi Line sebagai Bahan Bakar Produksi pada Fuel Gas System. Melalui inovasi ini, gas yang sebelumnya terbuang melalui flare kini dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar proses produksi.

Langkah tersebut tidak hanya mengurangi pemborosan energi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional serta menekan emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Dari sisi ekonomi, pemanfaatan kembali excess gas mampu menurunkan konsumsi natural gas sehingga menghasilkan efisiensi biaya sekitar Rp45 miliar per tahun.

Sementara dari aspek lingkungan, inovasi tersebut berhasil mengurangi emisi hingga 29.754 ton COâ‚‚ ekuivalen sepanjang 2025, sekaligus mendukung implementasi pengelolaan gas suar yang lebih efektif sesuai ketentuan pemerintah.

Manfaat inovasi ini juga dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasional Kilang Balongan. Berkurangnya pembakaran gas di flare berdampak pada menurunnya paparan panas radiasi, kebisingan, jelaga, serta emisi ke udara sehingga kualitas lingkungan dan kenyamanan warga semakin meningkat.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan, Yulianto Triwibowo, mengatakan inovasi telah menjadi budaya kerja para Perwira Kilang Balongan dalam mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Optimalisasi pengelolaan gas suar merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan operasi kilang yang semakin andal, efisien, aman, dan ramah lingkungan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui berbagai inovasi berkelanjutan, kami terus mendukung target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060 sekaligus memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga,” ujar Yulianto.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh Perwira Kilang Balongan dalam menghadirkan solusi inovatif yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen PT Pertamina Patra Niaga terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), inovasi optimalisasi gas suar di Kilang Balongan menjadi bukti bahwa transformasi operasional mampu meningkatkan efisiensi, daya saing perusahaan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap agenda transisi energi nasional.

Inisiatif tersebut juga mendukung pencapaian Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

Dengan menghadirkan inovasi di setiap lini operasional, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan energi Indonesia sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini