INAPOS, JAKARTA.- Pemerintah memastikan dukungan penuh terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah juga memberikan ruang kepada pemerintah daerah untuk menyesuaikan strategi penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno terkait penanganan karhutla.
Menurut Prasetyo, apabila kondisi di lapangan membutuhkan penyesuaian langkah penanganan, pemerintah pusat tidak mempersoalkan kebijakan tersebut sepanjang disesuaikan dengan situasi di masing-masing daerah.
“Bila mana dirasa di lapangan untuk disesuaikan, ya kita tidak ada masalah disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Prasetyo menegaskan, pemerintah juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan tidak ada kendala administratif maupun logistik dalam proses penanganan karhutla.
Dukungan tersebut diberikan agar berbagai kebutuhan personel di lapangan dapat segera dipenuhi sehingga proses pemadaman api dapat berjalan secara optimal.
“Alhamdulillah seperti yang dilaporkan seperti di Bromo, kemarin tersisa dua titik api yang memang karena El Nino-nya memang cukup kering, sangat tinggi dan itu menyebabkan proses pemadaman tidak mudah,” katanya.
Kondisi cuaca yang kering menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas di lapangan, serta masyarakat.
Mensesneg juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah terlibat dalam upaya penanganan karhutla.
Di sisi lain, masyarakat diminta ikut berperan mencegah munculnya titik api baru dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Prasetyo mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok maupun korek api sembarangan. Ia juga mengimbau agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.
“Misalnya buang puntung rokok jangan sembarangan, korek api jangan sembarangan, kemudian membuka lahan. Ini kan ada di beberapa tempat juga oleh karena kebiasaan dari kita untuk membuka lahan dengan cara membakar,” jelasnya.
Pemerintah berharap kolaborasi seluruh pihak dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah munculnya kebakaran baru, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering.
“Kami imbau kita semua bekerja sama untuk mengurangi dan segera memastikan karhutla-karhutla ini bisa kita selesaikan,” pungkas Prasetyo.
Reporter: Agus
Editor: Redaksi








