Beranda Pemerintah Tawuran Remaja Marak, Pramono Anung Pilih Solusi Jangka Panjang dan Fasilitas Olahraga

Tawuran Remaja Marak, Pramono Anung Pilih Solusi Jangka Panjang dan Fasilitas Olahraga

0
1
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam membangun Kota Jakarta, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, bantalan sosial, hingga transportasi. Hms

INAPOS, JAKARTA.– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak ingin menangani persoalan tawuran antarremaja secara kasuistik atau hanya berdasarkan kejadian yang muncul sesaat.

Menurut Pramono, penanganan tawuran membutuhkan strategi jangka panjang dengan menyediakan ruang dan fasilitas publik yang dapat menjadi sarana bagi anak muda untuk menyalurkan energi secara positif.

“Di dalam menyelesaikan persoalan tawuran, saya lebih ingin menyelesaikan bukan dengan cara apa yang bersifat kasuistik hanya sesaat saja, tetapi yang paling utama dan terutama adalah bagaimana anak-anak muda itu energinya tersalurkan secara lebih baik,” ujar Pramono di Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Pramono menilai penyediaan fasilitas publik dapat menjadi salah satu upaya untuk mengarahkan aktivitas generasi muda ke kegiatan yang lebih produktif. Selain itu, keberadaan ruang publik dinilai dapat mendorong interaksi positif dan memperkuat hubungan antarmasyarakat.

Pramono mencontohkan penyediaan fasilitas olahraga sebagai salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan untuk menekan potensi tawuran di kalangan anak muda.

Ia menyebut fasilitas olahraga tinju yang berada di Jakarta Timur sebagai salah satu contoh upaya menyalurkan energi anak muda melalui kegiatan positif.

Dengan adanya sarana publik yang memadai, Pramono meyakini masyarakat dapat membangun komunikasi dan saling menghormati. Hal tersebut diharapkan mampu mencegah munculnya konflik antarkelompok remaja.

“Saya meyakini bahwa untuk menyelesaikan itu tidak semata-mata kemudian hanya bersifat jangka pendek saja. Saya ingin menyelesaikannya lebih mendasar dan berjangka panjang,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan jajaran penegak hukum untuk mengantisipasi potensi konflik antarkelompok remaja di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan mencegah terjadinya aksi tawuran yang dapat meresahkan masyarakat.

Pramono menegaskan, penyelesaian persoalan tawuran tidak cukup hanya dilakukan melalui tindakan ketika konflik telah terjadi. Menurutnya, pemerintah perlu membangun pendekatan yang lebih mendasar dengan menciptakan ruang bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas, minat, dan energi mereka secara positif.

Dengan pendekatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap penanganan tawuran tidak hanya mampu meredam konflik dalam jangka pendek, tetapi juga mengurangi potensi tawuran secara berkelanjutan.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini