
INAPOS, KOTA CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon tidak hanya menghadirkan layanan transportasi kereta api, tetapi juga berkontribusi dalam menyediakan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Melalui Klinik Mediska, KAI Daop 3 Cirebon memberikan layanan kesehatan bagi pegawai, keluarga pegawai, pasien umum, hingga peserta BPJS.
Sepanjang Semester I 2026, layanan kesehatan di Klinik Mediska Daop 3 Cirebon yang mencakup Klinik Mediska Cirebon, Klinik Mediska Jatibarang, dan Klinik Mediska Brebes mencatat sebanyak 15.838 kunjungan pasien.
Berdasarkan rekapitulasi pelayanan, kunjungan tersebut terdiri atas 3.892 kunjungan pegawai, 5.247 kunjungan keluarga pegawai, 235 kunjungan pasien umum, serta 6.464 kunjungan peserta BPJS.
Peserta BPJS menjadi kelompok dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni mencapai 6.464 kunjungan. Selanjutnya, keluarga pegawai sebanyak 5.247 kunjungan, pegawai 3.892 kunjungan, dan pasien umum sebanyak 235 kunjungan.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa Klinik Mediska memiliki peran dalam menyediakan akses layanan kesehatan yang dapat dijangkau oleh berbagai kelompok di wilayah kerja Daop 3 Cirebon.
“Selama Semester I Tahun 2026, Klinik Mediska Daop 3 Cirebon telah memberikan pelayanan kesehatan dengan total 15.838 kunjungan. Pelayanan tersebut mencakup pegawai, keluarga pegawai, pasien umum, maupun peserta BPJS. Ini menjadi bagian dari komitmen KAI untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di wilayah operasional kami,” ujar Muhibbuddin pada Selasa (1/9/26).
Klinik Mediska merupakan fasilitas kesehatan milik KAI yang menyediakan berbagai layanan sesuai dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang tersedia di masing-masing klinik.
Layanan tersebut meliputi pemeriksaan dokter umum, dokter gigi, konsultasi medis, pemeriksaan tanda-tanda vital, penanganan keluhan kesehatan, hingga layanan farmasi.
Keberadaan Klinik Mediska di wilayah Daop 3 Cirebon menjadi salah satu bentuk dukungan KAI dalam menyediakan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau. Fasilitas tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan kesehatan internal KAI, tetapi juga melayani masyarakat sesuai ketentuan dan jenis pelayanan yang tersedia.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, Klinik Mediska di wilayah KAI Daop 3 Cirebon didukung oleh 6 dokter umum, 4 dokter gigi, 8 paramedis, 1 apoteker, dan 1 asisten apoteker.
“KAI Daop 3 Cirebon memiliki 5 klinik kesehatan. Keberadaan fasilitas kesehatan ini kami harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan, baik bagi keluarga besar KAI maupun masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan sesuai dengan jenis layanan yang tersedia di masing-masing klinik,” jelas Muhibbuddin.
Adapun jam operasional Klinik Mediska berlangsung pada Senin hingga Kamis pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sementara pada Jumat hingga Sabtu, layanan dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Tingginya pemanfaatan layanan kesehatan selama Semester I 2026 menjadi motivasi bagi KAI Daop 3 Cirebon untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan di Klinik Mediska.
Menurut Muhibbuddin, peningkatan mutu pelayanan menjadi salah satu fokus KAI, termasuk dalam memberikan pelayanan yang cepat, memenuhi kebutuhan pasien, serta menjaga kesinambungan layanan kesehatan.
“Pelayanan selama Semester I Tahun 2026 terus diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan, kepuasan pasien, kecepatan pelayanan, serta kesinambungan pelayanan kesehatan, dengan tetap memperhatikan standar pelayanan dan kebutuhan peserta di masing-masing wilayah kerja klinik,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, capaian 15.838 kunjungan pasien selama Semester I 2026 menunjukkan tingginya pemanfaatan Klinik Mediska Daop 3 Cirebon oleh berbagai kelompok penerima layanan, mulai dari pegawai dan keluarga KAI, peserta BPJS, hingga pasien umum di wilayah Cirebon, Jatibarang, dan Brebes.
“KAI Daop 3 Cirebon berharap dengan hadirnya layanan kesehatan milik KAI di wilayah operasionalnya, layanan tersebut bisa membantu para pelanggan maupun masyarakat di sekitar ketika membutuhkan akses layanan kesehatan dengan standar kualitas yang terverifikasi sesuai syarat. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan fasilitas dan tenaga kesehatan yang tersedia,” pungkas Muhibbuddin.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi







