Beranda Ragam Dari Kelab Malam ke Panggung Musik, Kisah DJ Raply Menembus Stigma Profesi...

Dari Kelab Malam ke Panggung Musik, Kisah DJ Raply Menembus Stigma Profesi DJ

0
40
DJ Raply saat perform.

INAPOS, KOTA CIREBON – Gemerlap lampu panggung, dentuman musik elektronik, dan riuhnya penonton menjadi bagian dari perjalanan Muhammad Rafi Aditya Pratama menekuni dunia Disc Jockey (DJ).

Bagi pemuda yang akrab disapa DJ Raply itu, profesi sebagai DJ bukanlah sesuatu yang sejak awal direncanakan. Perjalanan justru bermula dari sebuah kelab malam di Cirebon, tempat ia pernah bekerja dan setiap hari berkesempatan menyaksikan aksi para DJ dari dekat.

Dari balik suasana kelab, rasa penasaran perlahan berubah menjadi ketertarikan. Raply mulai memperhatikan bagaimana seorang DJ memilih musik, mengatur tempo, hingga membangun suasana di hadapan penonton.

Rasa ingin tahu tersebut kemudian mendorongnya untuk belajar secara otodidak.

Lahir di Cirebon pada 21 April 2004, Raply mulai serius menjadikan hobi meracik musik sebagai profesi dalam satu tahun terakhir. Tanpa menempuh pendidikan khusus di bidang DJ, ia belajar melalui pengalaman, latihan, serta keberanian mencoba berbagai karakter musik.

Dari proses belajar tersebut, panggung demi panggung mulai didatanginya. Bukan hanya di Kota Cirebon, penampilannya kemudian merambah sejumlah daerah seperti Majalengka dan Kuningan. Bahkan, ia mendapat kesempatan tampil di Bali, Yogyakarta, Purwokerto hingga Bandung.

Bagi Raply, setiap panggung memberikan pengalaman berbeda. Sebab, seorang DJ tidak hanya dituntut mampu memainkan musik, tetapi juga membaca suasana dan memahami karakter audiens.

Profesi DJ masih kerap dikaitkan dengan kehidupan malam. Anggapan tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Raply dalam membangun kariernya.

Namun, ia memilih tidak membalas stigma tersebut dengan perdebatan. Raply justru ingin membuktikannya melalui karya dan ruang tampil yang lebih luas.

“Saya tidak menghiraukan hal tersebut, melainkan lebih memilih untuk membuktikannya. Seorang DJ tidak hanya tampil di kelab malam. Kami dapat tampil di acara pernikahan, kafe, coffee shop, gathering, komunitas, acara formal maupun nonformal, hingga kegiatan olahraga. Sebenarnya, profesi DJ dapat masuk ke semua lini kegiatan,” ujar Raply kepada Inapos pada Rabu (23/9/26).

Menurutnya, perkembangan industri kreatif membuat musik elektronik memiliki ruang yang semakin luas. DJ dapat hadir dalam berbagai jenis acara dengan menyesuaikan konsep dan karakter musik yang dimainkan.

Karena itu, Raply sengaja menerima kesempatan tampil di berbagai tempat. Mulai dari kafe, coffee shop, festival komunitas hingga gathering.

Setiap tempat, kata dia, memiliki karakter penonton dan atmosfer yang berbeda. Di kafe, misalnya, musik dapat dikemas lebih santai untuk menemani pengunjung menikmati suasana. Sementara dalam festival musik, seorang DJ dapat membangun energi yang lebih besar dan menyatukan penonton dari berbagai latar belakang.

Bagi Raply, perbedaan tersebut justru menjadi bagian menarik dari profesi yang dipilihnya.

Dalam setiap penampilannya, DJ Raply dikenal membawakan genre Indo Bounce dan Breakbeat. Namun, ia tidak selalu memainkan musik dengan pola yang sama.

Menurut Raply, kemampuan membaca penonton merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki seorang DJ. Seorang DJ tidak cukup hanya menguasai perangkat dan teknik mixing, tetapi juga harus mampu memahami kapan harus menaikkan atau menurunkan energi musik.

Ia menyadari bahwa selera musik setiap orang berbeda. Karena itu, memaksakan selera pribadi justru dapat membuat suasana yang dibangun menjadi tidak sesuai dengan harapan.

Pengalaman tampil di berbagai daerah pun membuatnya semakin memahami pentingnya fleksibilitas tersebut.

Setiap panggung menjadi ruang belajar. Dari sana, ia mencoba memahami bagaimana musik dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda.

Perjalanan Raply di dunia DJ tidak berhenti pada aktivitas panggung. Setelah mulai mendapatkan kesempatan tampil di berbagai daerah, ia kini menyiapkan langkah baru dengan menggarap singel perdana.

Karya tersebut ditargetkan dapat dirilis sebelum akhir 2026. Saat ini, prosesnya masih berada pada tahap penyusunan konsep dan lirik.

Bagi Raply, merilis singel sendiri merupakan bagian penting dari perjalanan untuk membangun identitas sebagai musisi.

Jika selama ini ia dikenal melalui penampilan di balik perangkat DJ, ke depan ia ingin memiliki karya yang dapat menjadi representasi musikal dirinya.

Perjalanan Raply menunjukkan bahwa sebuah profesi terkadang lahir dari pengalaman yang sederhana. Dari seorang pekerja di kelab malam yang hanya menyaksikan aksi DJ, tumbuh keinginan untuk belajar, mencoba, dan akhirnya berdiri di balik perangkat musik sebagai seorang DJ.

Kini, dari Cirebon, Raply terus memperluas langkahnya. Ia tidak hanya ingin dikenal sebagai DJ yang mampu menghidupkan suasana, tetapi juga sebagai bagian dari generasi muda yang melihat musik elektronik sebagai karya seni dan peluang di industri kreatif.

Panggung demi panggung masih akan dijalaninya. Dan sebelum tahun berganti, sebuah singel perdana tengah dipersiapkan sebagai penanda babak baru perjalanan DJ Raply di dunia musik.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini