Beranda Pemerintah Namu Balai Kota Jakarta Dibuka untuk Warga, Bisa Tur Ruang Gubernur hingga...

Namu Balai Kota Jakarta Dibuka untuk Warga, Bisa Tur Ruang Gubernur hingga Nikmati Layanan Publik

0
18
Gedung Balai Kota DKI Jakarta kembali membuka akses bagi masyarakat luas yang ingin memiliki pengalaman menjelajahi kantor gubernur melalui program Namu Balai Kota. Agus

INAPOS, JAKARTA – Gedung Balai Kota DKI Jakarta kembali membuka akses bagi masyarakat luas melalui program Namu Balai Kota. Program yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk menjelajahi kantor gubernur sekaligus menikmati berbagai kegiatan edukasi, seni, budaya, kuliner, komunitas, hingga layanan publik.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan, Pramono Anung ingin menjadikan Balai Kota sebagai ruang terbuka yang dapat dikunjungi seluruh lapisan masyarakat.

“Beliau menginginkan bahwa yang namanya Balai Kota merupakan tempat yang terbuka yang bisa dikunjungi oleh warganya,” ujar Eli, sapaan akrab Suharini Eliawati, di Balai Kota Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Eli juga mengajak masyarakat yang berkunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan fasilitas di dalam gedung Balai Kota yang memiliki nilai sejarah tersebut.

“Mari kita jaga bersama kebersihannya, kemudian tangannya jangan usil gitu ya. Jadi, silakan kita nikmati perjalanan-perjalanan room tour kita,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menjelaskan, Namu Balai Kota tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga wadah edukasi bagi masyarakat.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membangun kedekatan antara masyarakat dan pemerintah sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan Jakarta.

“Jadi kita akan buka konsepnya bahwa ruang pemerintahan itu bisa dihadiri, bisa dikunjungi dengan cara yang sangat hangat,” tutur Marulina.

Dalam program Namu Balai Kota, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan dan mengakses sejumlah fasilitas. Salah satunya adalah tur ke ruang kerja Gubernur DKI Jakarta.

Masyarakat juga dapat mengunjungi Jakarta Smart City serta studio produksi Berita Jakarta. Bahkan, pengunjung berkesempatan merasakan pengalaman menjadi presenter berita.

Selain itu, pengunjung dapat menyambangi Ruang Pola di lantai 2 Balai Kota yang merupakan area serbaguna dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat maupun komunitas.

“Kita punya Ruang Pola lantai 2. Jadi ruang-ruang ini bisa digunakan untuk komunitas, untuk siapa pun. Jadi kali ini kita mengundang komunitas film, teman-teman yang memproduksi film tetapi mungkin tidak punya akses untuk men-screening movie-nya,” jelas Marulina.

Sebelum mengikuti rangkaian kegiatan Namu Balai Kota, masyarakat diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu. Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Tak hanya menawarkan pengalaman menjelajahi gedung pemerintahan, Namu Balai Kota juga menghadirkan beragam layanan publik. Di antaranya layanan pengurusan paspor dari Direktorat Jenderal Imigrasi, SIM Keliling dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, serta Samsat Keliling dari Bapenda DKI Jakarta.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, kegiatan pilah sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup, pembukaan rekening Bank Jakarta, hingga layanan perizinan berusaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Layanan kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan juga turut tersedia.

Uji coba Namu Balai Kota berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), hingga anak-anak dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Setelah melalui tahap uji coba dan evaluasi, program Namu Balai Kota direncanakan digelar secara berkala setiap dua minggu sekali pada akhir pekan.

Melalui program ini, Balai Kota tidak hanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan, tetapi juga ruang interaksi yang memungkinkan masyarakat mengenal lebih dekat berbagai aktivitas, fasilitas, dan pelayanan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini