
INAPOS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) menggelar Forum Jasa Konstruksi DKI Jakarta Tahun 2026 dengan tema “Merajut Kolaborasi dalam Ekosistem Jasa Konstruksi”.
Kegiatan yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Aula Annex, Gedung Dinas Teknis Jatibaru, Jakarta Pusat, ini menjadi upaya memperkuat sinergi para pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas.
Forum tersebut menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, tenaga profesional, akademisi, serta berbagai unsur masyarakat jasa konstruksi. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan jasa konstruksi sekaligus mendukung pembangunan Jakarta yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan 24 asosiasi badan usaha, 36 asosiasi profesi, 41 anggota tim profesi ahli, 80 penyedia jasa, 41 unsur rantai pasok, dan 38 pengelola gedung, serta perangkat daerah di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat komunikasi, memperluas pertukaran informasi, dan mendorong kerja sama yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan tantangan pembangunan ke depan semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur, perkembangan teknologi, serta tuntutan profesionalisme di sektor konstruksi.
Karena itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan tata kelola penyelenggaraan jasa konstruksi perlu terus dilakukan. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, akademisi, dan asosiasi, dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Kami sangat berharap bahwa kebijakan-kebijakan yang nantinya kami susun ini tidak hanya bagus di atas kertas saja, tapi memang bisa workable dan bekerja secara efektif,” ujar Afan.
Selain penguatan kebijakan, Afan menekankan pentingnya kemudahan akses informasi bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, menyampaikan persoalan di lapangan, serta merumuskan langkah bersama dalam meningkatkan kualitas jasa konstruksi.
Afan optimistis kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat mendukung pembangunan Jakarta dan menghadirkan infrastruktur yang semakin berkualitas.
“Kami optimistis dengan semangat kolaborasi dapat mendukung pembangunan Jakarta dan menghadirkan infrastruktur yang semakin berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta, Vera Revina Sari, menjelaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam forum tersebut mencerminkan pentingnya kontribusi setiap pihak dalam membangun ekosistem jasa konstruksi yang kuat.
Ia mengatakan, pemerintah berperan menyiapkan kebijakan dan pembinaan, asosiasi mendorong pengembangan anggotanya, sedangkan dunia usaha berkontribusi melalui inovasi dan penciptaan peluang kerja. Tenaga profesional, tenaga kerja, dan akademisi juga berperan melalui kompetensi serta pengetahuan yang dimiliki.
Menurut Vera, Forum Jasa Konstruksi DKI Jakarta Tahun 2026 menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari diskusi bersama para ahli, pengenalan teknologi dan produk konstruksi, hingga pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan industri konstruksi.
Rangkaian kegiatan tersebut juga mencakup sosialisasi Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, sosialisasi pengawasan tertib usaha, tertib penyelenggaraan dan tertib pemanfaatan jasa konstruksi, serta pameran konstruksi.
“Kita menyadari bahwa sektor konstruksi terus berubah mengikuti dinamika perubahan zaman. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi, pemanfaatan teknologi, dan keterbukaan terhadap inovasi perlu menjadi bagian dari cara kita bekerja ke depan,” jelas Vera.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk berbagi pengalaman, menyampaikan tantangan yang dihadapi, serta membangun jejaring kerja sama. Dengan demikian, hasil diskusi diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kolaborasi konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat jasa konstruksi di Jakarta.
Vera menambahkan, sinergi pemerintah dan dunia usaha perlu terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi, inovasi, dan daya saing sektor konstruksi.
“Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha perlu terus diperkuat, termasuk melalui peningkatan kompetensi, inovasi, dan daya saing sektor jasa konstruksi. Diharapkan, penguatan ekosistem jasa konstruksi dapat mendukung pembangunan Jakarta yang tertib, aman, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang maju dan layak huni,” tandasnya.
Reporter: Agus
Editor: Redaksi







