INAPOS, KOTA CIREBON – PT Equity World Futures (EWF) Cirebon memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-6 pada 2026 dengan menggelar kegiatan sosial berupa aksi donor darah. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekaligus komitmen untuk terus memberikan edukasi mengenai perdagangan berjangka komoditi.
Kepala Cabang PT Equity World Futures Cirebon, Ernest Firman, mengatakan peringatan HUT ke-6 diawali dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun bersama seluruh karyawan dan karyawati. Selanjutnya, perusahaan menggelar aksi donor darah sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurut Ernest, kegiatan donor darah tersebut merupakan kali ketiga diselenggarakan EWF Cirebon sejak perusahaan mulai beroperasi pada 2020. Kegiatan serupa sebelumnya dilaksanakan pada 2020 dan 2023.
“Semoga ini menjadi aksi nyata bahwa Equity World Futures Cirebon juga memberikan sumbangsih positif untuk masyarakat, terutama membantu PMI melalui kegiatan donor darah,” ujar Ernest pada Jum’at (16/10/26).
Memasuki usia enam tahun, EWF Cirebon juga mencatat pertumbuhan jumlah nasabah. Ernest menyebutkan, hingga saat ini lebih dari 600 nasabah telah membuka akun melalui kantor cabang tersebut, baik dari Kota Cirebon maupun wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).
Ia berharap pertumbuhan tersebut dapat diiringi dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai industri perdagangan berjangka komoditi. Terlebih, masyarakat masih dihadapkan pada berbagai tawaran investasi ilegal yang berpotensi merugikan.
Karena itu, EWF Cirebon berupaya memberikan edukasi sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku di bawah pengawasan serta regulasi Kementerian Perdagangan.
“Kami ingin membangun citra positif industri perdagangan berjangka komoditi sekaligus memberikan edukasi yang benar dan terbaik bagi masyarakat Cirebon,” katanya.
Dalam hal kinerja perusahaan, Ernest mengungkapkan EWF Cirebon menetapkan target transaksi sebesar 10 juta dolar AS pada 2026. Hingga periode pertengahan tahun, pencapaian perusahaan masih berada di kisaran 2 juta dolar AS sehingga diperlukan upaya lebih intensif untuk mencapai target tersebut.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperluas metode komunikasi dan pertemuan dengan calon nasabah melalui platform daring.
Jika sebelumnya pendekatan lebih banyak dilakukan secara langsung atau tatap muka, sejak pertengahan 2026 perusahaan mulai mengintensifkan pertemuan melalui panggilan video (video call).
Menurut Ernest, metode tersebut memungkinkan perusahaan menjangkau lebih banyak calon nasabah tanpa terkendala jarak dan waktu perjalanan.
“Dengan metode daring, pertemuan bisa dilakukan lebih banyak. Harapannya, langkah ini dapat membantu mempercepat pencapaian target hingga akhir tahun,” jelasnya.
Selain mengembangkan metode pemasaran, EWF Cirebon juga memperluas kerja sama dengan sejumlah pihak. Setelah sebelumnya menjalin hubungan dengan beberapa perguruan tinggi di Kota Cirebon, perusahaan kini membuka peluang kolaborasi dengan institusi pendidikan di Kabupaten Kuningan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Perusahaan juga memperkuat program pemagangan bagi mahasiswa. Ernest menyampaikan bahwa EWF Cirebon telah memiliki sertifikasi pelatihan mentor pemagangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui program yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan.
Dengan sertifikasi tersebut, perusahaan berharap dapat memperluas kesempatan pemagangan sekaligus memberikan pengalaman kerja bagi mahasiswa. Ernest menyebutkan, minat mahasiswa untuk mengikuti program pemagangan di EWF Cirebon juga mulai meningkat.
Ernest menilai salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan sepanjang 2026 adalah kondisi ekonomi serta pola pikir masyarakat yang masih lebih mengenal perdagangan saham dibandingkan perdagangan berjangka komoditi.
Menurut dia, edukasi mengenai beragam instrumen keuangan perlu diperluas agar masyarakat memahami karakteristik, peluang, serta risiko setiap instrumen investasi.
Ia menjelaskan, perdagangan berjangka komoditi memberikan akses terhadap instrumen seperti emas dan minyak. Namun, setiap transaksi tetap memerlukan pemahaman mendalam mengenai pergerakan harga dan pengelolaan risiko.
Ernest juga menyoroti pergerakan harga emas yang menurutnya membuka ruang bagi investor untuk mempelajari peluang di pasar komoditas. Meski demikian, ia menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan transaksi.
“Perdagangan di pasar keuangan bukan hanya saham. Ada juga perdagangan komoditas, seperti emas dan minyak. Kami ingin memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai alternatif instrumen yang dapat dipelajari sebagai bagian dari manajemen risiko,” tuturnya.
Ia berharap momentum HUT ke-6 dapat menjadi pendorong bagi EWF Cirebon untuk terus berkembang, memperluas kerja sama, serta meningkatkan literasi masyarakat mengenai perdagangan berjangka komoditi.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








