Beranda Pemerintah Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pramono Anung Instruksikan Rumah Sakit dan Puskesmas Siaga

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Pramono Anung Instruksikan Rumah Sakit dan Puskesmas Siaga

0
9
Ilustrasi gedung di Jakarta. istockphoto

INAPOS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan menyusul memburuknya kualitas udara di Ibu Kota dalam beberapa hari terakhir. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes), terutama rumah sakit dan puskesmas, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut.

Pramono mengatakan, penurunan kualitas udara yang terjadi dalam dua hingga tiga hari terakhir perlu diantisipasi melalui kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan. Ia meminta seluruh jajaran terkait memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal.

“Memang sekarang ini dalam 2–3 hari ini kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk. Maka untuk itu, saya sudah memerintahkan kepada jajaran Dinkes, terutama rumah sakit dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri,” ujar Pramono di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026).

Menurut Pramono, kesiapan fasilitas kesehatan diperlukan agar warga yang terdampak penurunan kualitas udara, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan, dapat memperoleh penanganan dengan baik.

Pemprov DKI Jakarta memiliki jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut terdiri atas 31 rumah sakit daerah, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu.

Selain mengandalkan kesiapan layanan kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga memiliki ratusan alat pemantau emisi untuk memantau kondisi udara di Ibu Kota.

Pramono menyebut, data pemantauan emisi yang dimiliki Jakarta dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk melihat kondisi kualitas udara, selain data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG saja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk,” tandasnya.

Langkah peningkatan kesiapsiagaan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengantisipasi dampak memburuknya kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.

Warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan, diimbau memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara sedang buruk.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini