Kamis, April 16, 2026

Dapur higienis Lapas Sukamiskin. Hms
Pemerintah

Dapur Lapas dan Rutan di Seluruh Indonesia Siap Dukung Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

INAPOS, BANDUNG.- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengoptimalkan peran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sebagai mitra strategis penyedia makanan sehat dan higienis.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menjadikan dapur Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, sebagai pilot project dalam pelaksanaan program tersebut.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa dapur Lapas Sukamiskin telah memenuhi standar kelayakan dari Badan Gizi Nasional serta dioperasikan oleh Warga Binaan yang telah menjalani pelatihan dan memiliki sertifikasi pengolahan makanan.

“Dapur ini merupakan pilot project pemanfaatan fasilitas pemasyarakatan dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis—yang memproduksi sekitar 3.444 porsi makanan setiap hari untuk disalurkan ke 12 sekolah dan lima posyandu di sekitar Lapas Sukamiskin—tanpa mengganggu kebutuhan konsumsi internal bagi Warga Binaan,” ujar Menteri Agus dalam keterangan resmi yang diterima pada, Minggu (15/6/25).

Hingga saat ini, sebanyak 469 dapur di Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Indonesia telah mengantongi sertifikat laik higienis. Selain itu, sebanyak 754 Warga Binaan telah mengikuti pelatihan teknis penyelenggaraan makanan dan memperoleh sertifikasi, sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.

“Kami berharap ke depan, Lapas dan Rutan yang telah memenuhi standar tersebut dapat mendukung program MBG dengan menjalin kerja sama bersama Badan Gizi Nasional di berbagai daerah,” tambah Agus.

Program ini pun mendapat respons positif dari penerima manfaat, salah satunya adalah SDN 101 Sukakarya, Bandung. Kepala Sekolah Neng Djodjoh menyampaikan terima kasih atas distribusi makanan sehat dari dapur Lapas Sukamiskin.

“Sejak 17 Februari 2025 kami menerima paket makanan MBG. Alhamdulillah, anak-anak senang, gizinya tercukupi, dan semangat belajar mereka meningkat,” ujarnya.

Selain mendukung pemenuhan gizi bagi anak-anak, keterlibatan Warga Binaan dalam program ini juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pelatihan, tetapi juga bekal keterampilan yang dapat digunakan saat kembali ke masyarakat kelak.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *