Selasa, April 21, 2026

Anggota DPRD Jawa Barat, de Encep Sugiana. Foto: Ist
DaerahPolitik

Asrama Haji Indramayu Dikebut, Siap Jadi Transit 29 Ribu Jamaah Haji Jabar Embarkasi Kertajati 2026

INAPOS, INDRAMAYU.-  Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama sejumlah pihak terus mematangkan kesiapan Asrama Haji Indramayu yang akan difungsikan sebagai lokasi transit utama jamaah haji embarkasi Kertajati pada musim haji 2026 mendatang.

Persiapan ini menjadi krusial mengingat ribuan jamaah akan mengawali perjalanan ibadah sucinya dari wilayah Jawa Barat.

Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, menyampaikan bahwa pada tahun 2026, embarkasi Kertajati direncanakan melayani sekitar 29.643 jamaah haji Jawa Barat yang terbagi dalam 40 kelompok terbang (kloter). Seluruh jamaah tersebut akan diberangkatkan melalui Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, dengan Asrama Haji Indramayu sebagai titik transit sebelum menuju Tanah Suci.

“Kesiapan ini harus betul-betul matang supaya pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 berjalan lancar, mengingat jumlah jamaah cukup besar dan seluruhnya akan dilayani melalui embarkasi Kertajati,” ujar Encep, Selasa (20/1/26).

Ia menilai, secara umum fasilitas Asrama Haji Indramayu sudah cukup memadai. Saat ini telah berdiri empat tower asrama yang pembangunannya telah rampung dan hanya menyisakan tahap penyempurnaan akhir.

“Kalau dilihat dari fasilitasnya, sudah cukup bagus. Gedung asrama setara hotel bintang tiga dan mampu menampung banyak jamaah, sehingga mereka bisa beristirahat dengan nyaman sebelum berangkat,” jelasnya.

Tak hanya gedung asrama, kawasan Asrama Haji Indramayu juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari dapur layanan konsumsi, kantor pengelola, area komersial, klinik kesehatan, hingga pusat informasi jamaah. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah, khususnya lansia yang membutuhkan perhatian lebih.

Menariknya, di kawasan ini juga tersedia miniatur sarana manasik haji, seperti miniatur Ka’bah dan area tawaf. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan jamaah untuk mengulang kembali praktik ibadah sebelum berangkat ke Makkah dan Madinah.

“Ini penting agar jamaah tidak canggung lagi saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Dengan pembiasaan sejak di tanah air, mereka akan lebih tenang dan khusyuk,” tambah Encep.

Meski demikian, Encep menyoroti satu fasilitas vital yang hingga kini belum rampung, yakni pembangunan masjid Asrama Haji Indramayu. Menurutnya, masjid memiliki peran penting sebagai pusat ibadah jamaah selama masa transit.

“Masjid ini sangat penting karena jamaah yang transit tentu membutuhkan tempat ibadah untuk salat berjamaah. Ini menjadi perhatian kita bersama, termasuk dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, agar masjid bisa selesai sebelum musim haji 2026,” tegasnya.

Ia berharap pembangunan masjid tersebut dapat dituntaskan sebelum April 2026, sehingga seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan saat proses pemberangkatan jamaah dimulai.

“Kita ingin Asrama Haji Indramayu betul-betul siap menjadi wajah pelayanan haji Jawa Barat melalui embarkasi Kertajati, dengan pelayanan yang manusiawi, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah,” pungkas Encep.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos

 

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *