
INAPOS, KOTA CIREBON – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Cirebon memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa/kelurahan di wilayah Ciayumajakuning dalam rangka mempersiapkan pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter).
Koordinasi dan audiensi dilakukan di seluruh wilayah kerja Bapas Kelas I Cirebon, meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengukuhan Kelayan Binter yang dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada 8 September 2026.
Untuk wilayah Kota Cirebon, koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Kota Cirebon dan Kelurahan Harjamukti. Sementara di Kabupaten Cirebon, sinergi dilakukan dengan Kantor Bupati Cirebon serta Pemerintah Desa Bode Lor.
Koordinasi juga dilaksanakan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu dan Pemerintah Desa Srengseng. Di Kabupaten Majalengka, Bapas Kelas I Cirebon menggandeng Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Desa Burujul Wetan.
Adapun di Kabupaten Kuningan, koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan Kelurahan Purwawinangun.
Dalam audiensi tersebut, berbagai persiapan teknis pembentukan dan pengukuhan Kelayan Binter dibahas secara bersama-sama. Pembahasan meliputi rencana pelaksanaan kegiatan, sasaran peserta, materi bimbingan, narasumber, waktu dan tempat pelaksanaan, metode kegiatan, hingga pembagian tugas bagi petugas yang terlibat.
Koordinasi juga diarahkan untuk menyusun strategi agar layanan bimbingan dapat berjalan efektif, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi Klien Pemasyarakatan.

Melalui Kelayan Binter, Klien Pemasyarakatan diharapkan mendapatkan informasi, motivasi, pengetahuan, serta keterampilan yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial.
Layanan tersebut juga diharapkan mampu mendorong klien agar lebih siap kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat secara mandiri, bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Kepala Bapas Kelas I Cirebon, Yuliana, menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi antarpetugas serta para pemangku kepentingan dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Koordinasi dan sinergi dengan para stakeholder di wilayah kerja Ciayumajakuning sangat penting agar dapat menciptakan sinergitas dan kerja sama yang baik antar elemen untuk menunjang terlaksananya Kelayan Binter (Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi) di wilayah Bapas Kelas I Cirebon,” ujar Yuliana pada Kamis (3/9/26).
Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah, desa, dan kelurahan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses reintegrasi sosial Klien Pemasyarakatan.
Dengan persiapan yang dilakukan secara bersama-sama, pembentukan Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi di wilayah Ciayumajakuning diharapkan dapat terlaksana sesuai rencana dan menjadi wadah yang semakin optimal dalam mendukung Klien Pemasyarakatan kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi







