Kamis, Mei 14, 2026

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin simbolis memberikan bantuan program bantuan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Foto: Hms
DaerahPemerintah

Baznas Jateng Salurkan Bantuan RTLH Rp2,1 Miliar, Taj Yasin: Rumah Layak Bangun Harapan Warga

INAPOS, SEMARANG.- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan hunian layak bagi warga kurang mampu.

Salah satu langkah nyata dilakukan melalui program bantuan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah.

Pada tahun 2026, Baznas Jateng menyalurkan bantuan perbaikan RTLH kepada 111 penerima manfaat dengan total anggaran mencapai Rp2.143.020.000.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan program RTLH bukan sekadar membangun fisik rumah, melainkan menghadirkan kembali harapan dan martabat masyarakat penerima bantuan.

Menurutnya, rumah layak huni menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang sehat, aman, dan sejahtera. Namun demikian, kenyamanan hidup juga harus dibangun melalui lingkungan sosial yang peduli dan saling membantu.

“Kalau ada masalah, duduk bareng-bareng, langsung bantu. Ini yang penting,” ujar Taj Yasin.

Ia menegaskan, semangat gotong royong harus terus dijaga di tengah masyarakat. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan, masyarakat sekitar diharapkan turut hadir membantu.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah yang selama ini konsisten membantu pemerintah dalam upaya penanganan kemiskinan, termasuk melalui program perbaikan RTLH.

Menurutnya, kebutuhan rumah layak huni di Jawa Tengah masih cukup besar sehingga penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan APBD. Dukungan dari pemerintah kabupaten/kota, CSR perusahaan, Baznas, hingga masyarakat dinilai sangat penting untuk mempercepat pengurangan backlog perumahan.

Taj Yasin turut mengapresiasi aparatur sipil negara (ASN) muslim di lingkungan Pemprov Jateng yang telah menyalurkan zakat penghasilan melalui Baznas. Dana zakat tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai program sosial, termasuk bantuan rehabilitasi rumah warga kurang mampu.

Berdasarkan data yang dipaparkan, backlog perumahan di Jawa Tengah pada awal 2025 tercatat sebanyak 1.332.968 unit. Hingga akhir 2025, realisasi penanganan backlog mencapai 274.514 unit sehingga tersisa 1.058.454 unit.

Sementara pada Triwulan I Tahun 2026, realisasi penanganan RTLH mencapai 6.798 unit. Dengan demikian, total penanganan sejak 2025 hingga Triwulan I 2026 mencapai 281.312 unit dan masih menyisakan backlog sebesar 1.051.656 unit.

Wagub meminta dinas terkait, khususnya yang menangani perumahan dan kawasan permukiman di kabupaten/kota, untuk mengawal pelaksanaan bantuan agar berjalan optimal dengan semangat gotong royong.

Salah satu penerima bantuan RTLH, Rohmiyati (54), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

Selama ini, ia tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni sambil merawat sang suami yang menderita gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah dua kali setiap pekan.

Dengan pekerjaan serabutan yang dijalaninya, Rohmiyati mengaku kesulitan menyisihkan biaya untuk memperbaiki rumahnya. Karena itu, bantuan rehab RTLH dari Baznas Jateng menjadi harapan baru bagi keluarganya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ucap Rohmiyati.

Baginya, bantuan tersebut bukan hanya memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menghadirkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak dan nyaman bersama keluarga.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi Inapos 

 

52 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *