INAPOS, KOTA CIREBON – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) wilayah Ciayumajakuning memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Semester I Tahun 2026 yang mempertemukan kepala daerah se-Ciayumajakuning, Bank Indonesia, perangkat daerah terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan strategis.
HLM mengusung tema “Memperkuat Resiliensi melalui Sinergi Pengendalian Inflasi dan Akselerasi Transformasi Digital untuk Ekonomi Ciayumajakuning yang Inklusif dan Berkualitas.”
Kepala KPw BI Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan HLM menjadi wadah koordinasi dan konsolidasi kebijakan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mempercepat transformasi digital di wilayah Ciayumajakuning.
Menurutnya, kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, terutama yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat.9“High Level Meeting ini menjadi wadah koordinasi dan konsolidasi kebijakan dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat transformasi digital guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Wihujeng pada Selasa (15/9/26).
Dalam forum tersebut, peserta membahas perkembangan inflasi terkini, tantangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas harga, serta berbagai langkah strategis untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan pangan.
Penguatan program pengendalian inflasi berbasis kerangka 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif, menjadi salah satu fokus utama.
Penerapan strategi tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kepala daerah se-Ciayumajakuning turut menandatangani komitmen untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan memperluas digitalisasi.
Komitmen tersebut mencakup penguatan produksi komoditas pangan strategis, peningkatan sinergi antarwilayah, optimalisasi kerja sama antardaerah (KAD), serta penguatan mitigasi risiko yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan dan pengendalian inflasi.
Untuk mendukung implementasi komitmen tersebut, pada kesempatan yang sama dilakukan penyerahan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani di wilayah Ciayumajakuning.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kapasitas petani, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu fondasi ketahanan pangan daerah.
Dukungan terhadap sektor pertanian juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi dari sisi ketersediaan pasokan pangan.
Dengan pasokan pangan yang lebih kuat dan produktivitas pertanian yang meningkat, pemerintah daerah bersama BI diharapkan dapat mengantisipasi berbagai risiko yang berpotensi menyebabkan gejolak harga komoditas pangan.
Selain pengendalian inflasi, HLM TP2DD turut menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi daerah melalui penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
Digitalisasi transaksi daerah diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Di sisi lain, perluasan transaksi digital juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembayaran non-tunai di tengah masyarakat.
Sinergi TP2DD dinilai menjadi instrumen penting untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin modern sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui komitmen yang dibangun, pemerintah daerah didorong mempercepat digitalisasi transaksi daerah dan memperluas pembayaran non-tunai guna mewujudkan layanan publik yang efisien, transparan, dan inklusif.
Melalui HLM TPID dan TP2DD tersebut, seluruh pemangku kepentingan di wilayah Ciayumajakuning menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas harga, meningkatkan ketahanan pangan, dan mempercepat transformasi digital daerah.
Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menciptakan perekonomian Ciayumajakuning yang semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
Dengan kolaborasi dan inovasi yang terus diperkuat, wilayah Ciayumajakuning optimistis mampu menjaga inflasi tetap terkendali, memperkuat ketahanan pangan, mempercepat digitalisasi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








