Rabu, April 29, 2026

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus. Foto: Arifman/Mahendra
NasionalPolitik

DPR Desak Pemerintah Tuntaskan Ribuan Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi

INAPOS, JAKARTA.- Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Ia juga meminta seluruh petugas evakuasi memprioritaskan penanganan korban secara maksimal.

“Selaku Pimpinan Komisi V DPR menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan tersebut. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan. Dan kepada petugas di lapangan untuk memastikan dan memprioritaskan penanganan korban agar mendapatkan penanganan dengan baik dan maksimal,” ujar Lasarus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/26).

Selain menyampaikan belasungkawa, legislator Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu juga mendesak pemerintah segera menuntaskan persoalan ribuan perlintasan sebidang di jalur kereta api nasional yang dinilai masih rawan memicu kecelakaan.

Menurutnya, Komisi V DPR RI telah berulang kali mengingatkan pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia agar mempercepat penanganan perlintasan sebidang yang tersebar di berbagai daerah.

“Kita minta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan darurat perlintasan sebidang di Indonesia. Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAI untuk menyelesaikan jalur perlintasan sebidang, tapi hingga saat ini darurat perlintasan sebidang tersebut tidak tertangani dengan baik,” tegasnya.

Lasarus menilai jalur kereta api seharusnya steril dari hambatan sebagaimana diterapkan di banyak negara. Jika persoalan perlintasan sebidang tidak segera dibenahi, maka potensi kecelakaan serupa akan terus terjadi.

“Makanya di seluruh dunia ini jalur kereta api itu clear and clean, kecuali di Indonesia. Oleh sebab itu jika darurat perlintasan sebidang tidak tertangani dengan baik, maka ada ribuan kemungkinan kecelakaan akan kembali terjadi,” katanya.

Data Perlintasan Sebidang di Indonesia

Berdasarkan data KAI, pada tahun 2024 terdapat 3.896 perlintasan sebidang yang terdiri dari 2.803 perlintasan terdaftar dan 1.093 tidak terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 titik telah dijaga, sedangkan 971 titik belum dijaga.

Memasuki tahun 2025, jumlahnya menurun menjadi 3.703 titik, dengan rincian 2.776 perlintasan terdaftar dan 927 tidak terdaftar. Hingga Desember 2025, sebanyak 1.864 titik telah dijaga dan 912 titik belum dijaga.

Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan jumlah korban meninggal dunia akibat insiden tersebut mencapai tujuh orang, sementara 81 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.

“Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka serta dirawat sebanyak 81 orang,” ujarnya di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Diketahui, kecelakaan bermula saat sebuah taksi berwarna hijau tertabrak KRL di perlintasan rel. Setelah proses evakuasi berlangsung, insiden lanjutan terjadi ketika KRL rute Jakarta–Cikarang berhenti di stasiun. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya menabrak rangkaian KRL tersebut.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi Inapos 

 

56 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *