Jumat, April 17, 2026

Peresmian program budidaya ikan air tawar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang. Nal
DaerahSosial

Lapas Cipinang Luncurkan Budidaya Ikan Nila, Dorong Kemandirian Warga Binaan dan Dukung Ketahanan Pangan

INAPOS, JAKARTA.- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Khusus Jakarta, Heri Azhari, meresmikan program budidaya ikan air tawar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang pada Selasa (22/7/25).

Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pembinaan sumber daya manusia berbasis kemandirian.

Acara peresmian ditandai dengan penebaran 2.000 benih ikan nila di kolam terpal yang dibangun di area brandgang Lapas Cipinang. Kolam terpal dipilih karena lebih efisien, mudah dirawat, dan cocok untuk lingkungan terbatas seperti di dalam lapas.

Kalapas Kelas I Cipinang, Wahid Wibowo, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan pembinaan, melainkan juga media pembelajaran nyata bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Budidaya ikan air tawar ini kami jadikan sebagai sarana pembelajaran aplikatif. Warga binaan kami libatkan langsung dalam proses budidaya, agar mereka terampil dan siap bersaing setelah bebas nanti,” ujar Wahid.

Kakanwil Heri Azhari mengapresiasi inovasi Lapas Cipinang yang dinilai telah mengimplementasikan semangat pemasyarakatan modern.

“Ini adalah bentuk nyata pembinaan berbasis keterampilan dan kemandirian. Kreativitas dan komitmen tinggi yang ditunjukkan Lapas Cipinang menjadi contoh model pembinaan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas warga binaan,” jelas Heri.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur, yang diwakili oleh drh. Ramzi. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk memberikan pelatihan teknis serta menjajaki kerja sama lebih lanjut demi keberlanjutan program.

“Ikan nila ini punya nilai gizi tinggi dan mudah dibudidayakan. Program seperti ini sejalan dengan misi kami, dan kami siap mendukung pengembangannya,” ucapnya.

Lebih dari sekadar proyek pembinaan, program budidaya ikan ini merupakan bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang salah satunya menekankan pentingnya ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan melalui hasil produksi UMKM.

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos

 

4 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *