Selasa, April 21, 2026

Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi bersama Gubernur terpilih Pramono Anung saat menghadiri festival Bandeng 2025. Nal/Hs
Sosial

Festival Bandeng Rawa Belong 2025, Meriahkan Tradisi Betawi

INAPOS, JAKARTA.- Festival Bandeng Rawa Belong 2025 sukses digelar selama dua hari di Jalan Raya Sulaiman, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada 27-28 Januari 2025.

Acara puncaknya yang berlangsung Selasa (28/1/25) diwarnai antusiasme warga meski hujan sempat turun.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, serta Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Pramono Anung dan Rano Karno.

Tiga mantan Gubernur DKI, yakni Sutiyoso, Fauzi Bowo, dan Djarot Syaiful Hidayat juga turut hadir bersama anggota DPD RI Dapil Jakarta dan tokoh-tokoh Betawi seperti Nachrowi Ramli dan Sylviana Murni.

Festival ini dibuka dengan berbagai atraksi budaya Betawi, seperti silat, palang pintu, dan barongsai, yang menyambut rombongan tamu undangan.

Salah satu momen menarik adalah ketika Pramono dan Rano membeli ikan bandeng seberat 13,5 kilogram dari pedagang lokal dan seekor bandeng yang dilelang seharga Rp6 juta.

Pj Gubernur Teguh Setyabudi menyebutkan bahwa festival ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang erat kaitannya dengan tradisi masyarakat Betawi, terutama simbol doa dan harapan baik yang diwujudkan melalui ikan bandeng.

“Ikan bandeng merupakan lambang keberuntungan dan kemakmuran. Tradisi ‘nganter bandeng’ menjadi cerminan kebersamaan dan penghormatan terhadap budaya yang penuh makna,” ujar Teguh.

Ia berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan sebagai bagian dari persiapan menyongsong lima abad Kota Jakarta. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang pelestarian budaya, mendukung pelaku UMKM lokal, serta memperkuat ketahanan pangan.

Ketua panitia, Naman Setiawan, menjelaskan bahwa Festival Bandeng Rawa Belong 2025 diikuti oleh 32 pedagang ikan bandeng segar dan 25 pelaku usaha binaan yang menampilkan olahan makanan khas Betawi.

“Kegiatan ini digagas untuk melestarikan tradisi ‘nganter bandeng’ yang hampir punah, sekaligus memperkenalkan produk olahan berbasis bandeng kepada masyarakat,” jelas Naman.

Pj Gubernur Teguh juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berkontribusi, termasuk Permata MHT dan berbagai stakeholder yang mendukung pelaksanaan festival ini.

“Mari jadikan acara ini sebagai momentum untuk menyongsong lima abad Kota Jakarta dan mewujudkan kota global yang inklusif, berbudaya, serta berkelanjutan,” pungkasnya. (Nal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *