INAPOS, KOTA CIREBON – KAI Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menghasilkan abu vulkanik yang sebarannya dapat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. Kondisi tersebut menjadi perhatian KAI, khususnya untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan hingga saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal.
“Sampai saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal. Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” ujar Muhibbuddin pada Senin (7/9/26).
KAI Daop 3 Cirebon juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pemantauan kondisi di wilayah operasional sebagai langkah mitigasi apabila terjadi perubahan situasi.
Petugas Pastikan Pintu Kereta Tetap Tertutup
Sebagai bagian dari upaya antisipasi paparan abu vulkanik, petugas di atas kereta api melakukan pengawasan secara berkala selama perjalanan.
Kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan petugas terkait memastikan pintu-pintu kereta tetap tertutup, terutama ketika rangkaian melintas di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan masuknya abu dari luar ke dalam rangkaian kereta api sekaligus menjaga kenyamanan pelanggan.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan selama perjalanan. Apabila terjadi paparan abu vulkanik, pelanggan dianjurkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan pelindung mata.
Pelanggan yang memiliki sensitivitas terhadap abu vulkanik maupun kualitas udara juga diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di lapangan.
KAI Siapkan Masker untuk Petugas
Tak hanya pelanggan, KAI Daop 3 Cirebon juga menyiapkan langkah perlindungan bagi para pekerja yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
Unit Kesehatan KAI Daop 3 Cirebon telah menyiapkan masker kesehatan di Pos Kesehatan Cirebon, Pos Kesehatan Cirebon Prujakan, dan Pos Kesehatan Arjawinangun.
Masker tersebut diprioritaskan bagi petugas yang akan menjalankan dinas menuju Jakarta sebagai bentuk perlindungan terhadap potensi paparan abu vulkanik selama bertugas.
Selain itu, masker juga dapat diberikan kepada pekerja nonoperasional yang terdampak paparan abu vulkanik di lingkungan kerja.
“Keselamatan dan kesehatan pekerja menjadi prioritas KAI. Kami telah menyiapkan masker kesehatan di sejumlah Pos Kesehatan Daop 3 Cirebon untuk melindungi pekerja yang berpotensi terdampak abu vulkanik,” kata Muhibbuddin.
KAI Operasikan Tiga Kereta Tambahan
Di sisi pelayanan, KAI melakukan penyesuaian kapasitas angkutan penumpang untuk mengantisipasi dinamika kebutuhan masyarakat di tengah kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Penyesuaian dilakukan dengan mengoperasikan tiga perjalanan kereta api tambahan serta meningkatkan kapasitas pada sejumlah kereta api reguler.
Tiga kereta api tambahan tersebut meliputi:
KA Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir, berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.
KA Tambahan relasi Malang–Gambir, berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB.
KA Tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir, berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.15 WIB.
Selain itu, KAI juga meningkatkan kapasitas dua kereta api reguler, yakni KA Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir dan KA Gumarang relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen.
“Penyesuaian layanan kami lakukan untuk memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik. Setiap pengaturan perjalanan tetap memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, dan aspek keselamatan,” tambah Muhibbuddin.
Pelanggan Diminta Cek Jadwal Perjalanan
KAI Daop 3 Cirebon memastikan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau akan terus dilakukan. Langkah operasional akan disesuaikan apabila kondisi di lapangan mengalami perubahan.
Pelanggan diimbau mempersiapkan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, mengecek kembali jadwal keberangkatan, serta mengikuti arahan petugas selama berada di stasiun maupun saat perjalanan.
Informasi perjalanan dapat diperoleh melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta kanal informasi resmi KAI lainnya.
Sementara itu, masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau dari sumber resmi Badan Geologi/PVMBG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak pelanggan tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan petugas. KAI akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan terkendali,” tutup Muhibbuddin.
KAI Daop 3 Cirebon menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan melalui kesiapan sarana, prasarana, sumber daya manusia, serta pemantauan kondisi operasional secara berkelanjutan.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








