Beranda Parlemen Herman Khaeron Ajak Keluarga di Cirebon Cerdas Mengelola Keuangan

Herman Khaeron Ajak Keluarga di Cirebon Cerdas Mengelola Keuangan

0
13
Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron saat menjadi narasumber di acara Literasi Keuangan. Kris

INAPOS, KAB CIREBON – Anggota Komisi VI DPR RI, HE Herman Khaeron, menggandeng Bank Mandiri menggelar sosialisasi literasi keuangan bertajuk Literasi Keuangan dan Pengelolaan Keuangan Keluarga di salah satu hotel di Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat, khususnya generasi Z dan tokoh masyarakat. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati, MKKK, serta Senior Manager Bank Mandiri Cirebon, Vina Rosita Dewi.

Dalam kegiatan itu, Herman Khaeron yang akrab disapa Kang Hero menekankan pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempersiapkan masa depan.

Menurutnya, penghasilan rutin setiap bulan belum tentu menjamin kondisi keuangan keluarga tetap sehat apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan yang tepat.

“Sehari-hari banyak warga melakukan rutinitas bekerja dan kemudian menerima gaji setiap bulannya. Namun, apakah rutinitas tersebut sejalan dengan harapan terhadap kondisi keuangannya? Untuk yang masih hidup sendiri mungkin cukup, tetapi ketika hidup bersama pasangan bisa jadi tidak cukup. Apalagi jika sudah memiliki anak yang harus sekolah,” ujar Herman Khaeron.

Ia menjelaskan, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi setiap keluarga dalam menentukan prioritas kebutuhan, mengatur pengeluaran, serta menyusun perencanaan keuangan jangka panjang.

Menurutnya, kebutuhan manusia tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, seperti makanan dan pakaian, tetapi juga mencakup kebutuhan sosial serta penghargaan diri. Karena itu, pengelolaan keuangan perlu disesuaikan dengan tahapan kehidupan dan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga.

Hero menilai, salah satu indikator penting kesehatan keuangan rumah tangga adalah kemampuan menjaga arus kas tetap positif, yakni ketika pendapatan mampu menutupi pengeluaran dan masih menyisakan dana untuk ditabung atau diinvestasikan.

“Kalau arus kas negatif, ujungnya adalah berutang. Untuk itulah pemahaman tentang literasi keuangan sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat, termasuk generasi muda, semakin memahami pentingnya mengatur keuangan sejak dini agar tidak terjebak dalam pola konsumsi yang berlebihan dan dapat membangun kemandirian finansial.

Ratnawati Dorong UMKM Jadi Penopang Ekonomi Keluarga

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dr. Hj. Ratnawati, MKKK, menyoroti peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Ia menjelaskan, Yayasan Mitra Sehati dibentuk sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi persaingan pasar.

Menurut Ratnawati, yayasan tersebut pada awalnya mewadahi pelaku UMKM, khususnya perempuan yang menjalankan usaha dari rumah. Namun, seiring perkembangannya, keanggotaan dan pendampingan kini juga terbuka bagi pelaku usaha laki-laki.

“Yayasan Mitra Sehati telah kami bentuk sebagai wadah bagi para UMKM. Awalnya, yayasan ini menjadi wadah bagi para istri yang bekerja dari rumah. Namun, saat ini tidak hanya mewadahi UMKM perempuan, tetapi juga para laki-laki,” katanya.

Ratnawati menyebut jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai sekitar 65 juta orang. Keberadaan sektor ini dinilai berperan penting dalam menopang penghasilan keluarga dan menjaga aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk ketika menghadapi tekanan ekonomi.

Untuk memperkuat daya saing pelaku usaha, Yayasan Mitra Sehati menjalankan sejumlah kegiatan, mulai dari pelatihan digital, pendampingan sertifikasi halal, hingga membantu membuka akses permodalan.

“Peningkatan daya saing dan kompetensi pelaku UMKM terus dilakukan melalui pelatihan secara rutin. Pelatihan dan pendampingan sudah menjadi agenda setiap tahun,” ungkapnya.

Ia berharap pendampingan yang berkelanjutan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, serta mengembangkan usaha secara berkesinambungan.

Bank Mandiri Ingatkan Risiko Pinjol Ilegal dan Judi Online

Pada kesempatan yang sama, Senior Manager Bank Mandiri Cirebon, Vina Rosita Dewi, menegaskan bahwa perencanaan keuangan merupakan proses penting untuk membantu keluarga mencapai tujuan finansial secara terarah.

Menurutnya, setiap keluarga perlu memahami kondisi pendapatan, menyusun anggaran pengeluaran, serta mempersiapkan kebutuhan masa depan agar risiko keuangan dapat diminimalkan.

Vina juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai aktivitas yang berpotensi merusak kondisi keuangan rumah tangga, terutama judi online dan pinjaman online ilegal.

“Perencanaan keuangan adalah proses untuk menuju tujuan keuangan sehingga tujuan tersebut bisa tercapai dengan baik. Selain merencanakan keuangan, setiap keluarga juga diimbau menjauhi berbagai risiko keuangan yang berujung pada musibah, yaitu judi online dan pinjol ilegal,” katanya.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengelola pendapatan, mengendalikan pengeluaran, menyiapkan tabungan, dan mempertimbangkan investasi sesuai kemampuan serta profil risiko masing-masing.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini