Sabtu, Mei 2, 2026

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno pada acara Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Jakarta. Rd/Hs
Pemerintah

Pemprov DKI Gelar Diskusi Strategis untuk Susun Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Jakarta

INAPOS, JAKARTA – Sebanyak 80 peserta yang terdiri dari perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, dan mitra kebudayaan menghadiri Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Jakarta pada Senin (17/3/25).

Kegiatan yang digagas Dinas Kebudayaan DKI Jakarta ini bertujuan untuk merumuskan strategi dalam pengembangan dan pelestarian kebudayaan di ibu kota.

Acara yang berlangsung di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, ini dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Dalam sambutannya, Rano menekankan pentingnya kebudayaan sebagai bagian dari identitas kota dan elemen strategis dalam transformasi Jakarta menuju kota global.

“Sebagai kota yang menjadi pusat pertemuan beragam budaya Nusantara, pembangunan kebudayaan memiliki peran krusial bagi Jakarta. Pelestarian dan pengembangan budaya Betawi juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya tarik kota ini di tingkat internasional,” ujar Rano.

Peta Jalan Pemajuan Kebudayaan Jakarta nantinya akan menjadi dokumen strategis yang terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta.

Hasil diskusi ini diharapkan dapat memperkuat peran kebudayaan dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menjelaskan bahwa diskusi ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu utama pemajuan kebudayaan, menghimpun masukan dari pemangku kepentingan, serta merumuskan strategi dan langkah konkret dalam peta jalan kebudayaan.

“Semoga diskusi hari ini dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi kemajuan kebudayaan Jakarta,” harapnya.

Dalam forum ini, berbagai aspek dibahas, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Jakarta, penguatan identitas budaya sebagai daya tarik kota, hingga pelestarian dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan.

Jakarta diharapkan dapat terus mengembangkan ekosistem kebudayaannya agar tetap lestari dan memiliki daya saing global. (Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *