Beranda Pemerintah Presiden Prabowo Pastikan Waterbombing dan Pasukan Freefall Dikerahkan Tangani Karhutla Riau

Presiden Prabowo Pastikan Waterbombing dan Pasukan Freefall Dikerahkan Tangani Karhutla Riau

0
20
Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas terkait penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau. BPMI Setpres

INAPOS, RIAU.- Presiden Prabowo Subianto memastikan pemanfaatan helikopter waterbombing dan Tim Pasukan Reaksi Penanggulangan Cepat (PRCPB) menjadi bagian penting dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas terkait penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026). Dalam rapat tersebut, Presiden memastikan setiap titik panas (hotspot) segera ditangani agar kebakaran tidak meluas.

Presiden juga menekankan pentingnya keselamatan personel yang diterjunkan ke lokasi. Ia meminta seluruh tim yang berada dekat dengan titik api maupun titik panas dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang memadai.

“Jadi saya minta titik panasnya itu, hotspot-nya sudah? Segera, bor air, sudah mulai kita antisipasi. APD sudah cukup? Jadi tim yang terdekat sama titik api atau titik panas harus pakai APD?” ujar Prabowo.

Lima Helikopter Waterbombing Dikerahkan

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dalam laporannya menyampaikan, sebanyak lima helikopter waterbombing telah dikerahkan untuk mendukung pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Riau.

Menurut Agus, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga dilakukan melalui langkah pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Salah satu upaya yang dinilai efektif adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan kadar air di wilayah yang terdampak sehingga kondisi tanah menjadi lebih basah dan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.

Sementara itu, helikopter waterbombing digunakan untuk menjangkau wilayah yang sulit didatangi pasukan darat. Pemadaman dari udara juga dilakukan untuk memutus jalur api sehingga kebakaran tidak merambat dan meluas ke area lainnya.

“Selama ini, kegiatan yang kami lakukan yang paling efektif adalah melakukan OMC (Operasi Modifikasi Cuaca). Kadar tanah yang ada di wilayah Riau ini tidak seperti yang tahun lalu. Kita basahi sehingga cukup air untuk di dalam tanah,” kata Agus.

Pasukan Freefall Disiapkan ke Titik Sulit Dijangkau

Selain dukungan dari udara, TNI juga membentuk Tim Pasukan Reaksi Penanggulangan Cepat (PRCPB). Tim tersebut diperkuat penerjun freefall yang disiapkan untuk diterjunkan langsung ke lokasi tertentu yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Agus mengatakan, personel yang disiapkan merupakan penerjun terbaik yang memiliki kemampuan untuk melakukan operasi langsung di lokasi kebakaran.

“Kami sudah siapkan peterjun-peterjun terbaik untuk melaksanakan freefall di daerah-daerah tertentu untuk bisa secara langsung on the spot memadamkan api,” ujarnya.

Presiden Prabowo mengapresiasi penggunaan kemampuan freefall untuk membantu penanganan karhutla. Menurutnya, kemampuan tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk kegiatan seremonial, tetapi juga untuk membantu masyarakat ketika terjadi bencana.

“Ini saya kira pertama kali ya kita lakukannya dalam sejarah ini ya. Bagus. Iya benar, jadi freefall itu jangan hanya untuk upacara saja, tapi ini sekarang kita pakai untuk bantu rakyat,” kata Prabowo.

Selain freefall, jajaran penanganan karhutla juga menyiapkan sejumlah metode lain, seperti lapeling, fast roping, paramotor, serta dukungan drone untuk memantau dan membantu penanganan titik-titik kebakaran.

Sekat Bakar dan Sekat Kanal Cegah Api Meluas

Upaya pengendalian karhutla di Riau juga dilakukan melalui pembangunan sekat bakar dan sekat kanal. Langkah tersebut menjadi penting karena sebagian wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah kembali terbakar ketika kondisi lingkungan kembali kering.

Agus menjelaskan, sekat tersebut dibuat untuk memutus jalur pergerakan api sehingga kebakaran tidak menyebar ke wilayah lain.

“Ketika pendinginan dia akan terbawa angin, akan jadi lagi. Maka yang kita lakukan strategi sekarang ini yang bisa memotong jalur api agar tidak bisa melebar adalah dengan sekat bakar atau kontainer. Kemudian, sekat air, sekat kanal,” pungkas Agus.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini