Minggu, Mei 10, 2026

Rano Paparkan Arah Kebijakan Pendidikan Jakarta di Peringatan Hardiknas. Foto: Ist.
DaerahPendidikan

Rano Karno Tegaskan Pendidikan Jakarta Harus Inklusif dan Berdaya Saing Global

INAPOS, JAKARTA.- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memaparkan arah kebijakan pendidikan Jakarta ke depan saat menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Aula Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Kamis (7/5/26).

Dalam kesempatan tersebut, Rano menegaskan pentingnya membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, kebijakan pendidikan Jakarta ke depan harus semakin memperkuat kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, memperluas keterhubungan antara pendidikan dengan dunia kerja, serta membangun karakter peserta didik.

Selain itu, peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan dan perluasan akses pendidikan yang inklusif juga menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan guru sebagai pilar penting pendidikan.

“Pendidikan harus mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat sebagai fondasi penting dalam membangun peradaban,” tegas Rano.

Ia mengatakan, tantangan dunia pendidikan ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan pasar kerja, hingga dinamika global yang terus berubah.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut dunia pendidikan agar mampu terus beradaptasi dan menjadi sarana untuk memerdekakan manusia sekaligus menjawab arah pembangunan kota.

“Dalam konteks inilah pendidikan harus mampu menjadi sarana untuk memerdekakan manusia sekaligus menjawab arah pembangunan kota,” ujarnya.

Rano mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong transformasi pendidikan melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya dengan melepas 561 alumni SMK untuk bekerja di Jepang, Jerman, dan Malaysia sebagai upaya membuka peluang generasi muda Jakarta bersaing di tingkat internasional.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program pemutihan ijazah tahap pertama tahun 2026 kepada 2.026 peserta didik sebagai bentuk komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif.

Tak hanya itu, akses pendidikan juga diperluas melalui anggaran hampir Rp3,25 triliun untuk 707.477 penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.

Sementara untuk program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp399,4 miliar bagi 15.825 mahasiswa penerima pada tahap pertama tahun 2026.

Rano juga menyoroti program sekolah swasta gratis yang kini menyasar 103 sekolah swasta di Jakarta. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah konkret untuk memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa dan pemerintah wajib memastikan pelayanan pendidikan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, tidak boleh ada hambatan bagi peserta didik untuk meraih masa depan, baik hambatan secara fisik, finansial, sosial, maupun administratif.

Kepada para guru dan tenaga kependidikan, Rano berpesan agar terus menjadi pembimbing yang membawa cahaya dan harapan bagi generasi muda.

Sementara kepada para pelajar, ia meminta agar terus belajar, berani bermimpi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa Jakarta menjadi kota maju dan berdaya saing global.

“Mari kita terus bergerak bersama membangun pendidikan Jakarta inklusif, berkeadilan, berdaya saing global agar setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, bermimpi dan meraih cita-cita,” tandasnya.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi Inapos 

 

56 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *