Rabu, April 29, 2026

Potret gerbang sekolah SMPN 9 Kota Cirebon.
Daerah

Siswa SMP di Cirebon Alami Luka Diduga Kena Pukul Guru, Insiden Berakhir Damai Tapi Picu Sorotan

Siswa SMP di Cirebon Alami Luka Diduga Kena Pukul Guru, Insiden Berakhir Damai Tapi Picu Sorotan

INAPOS, CIREBON — Insiden yang melibatkan seorang guru dan siswa di SMP Negeri 9 Kota Cirebon menjadi sorotan setelah seorang siswa kelas VII mengalami luka di bagian wajah, Rabu (22/4). Peristiwa ini terjadi saat jam pelajaran kosong di dalam kelas.

Berdasarkan keterangan siswa, kejadian bermula ketika ia bersama sejumlah temannya bermain bola di dalam kelas karena guru mata pelajaran tengah mendampingi kegiatan di luar sekolah. Situasi berubah saat guru olahraga, Hasan, datang dan menegur para siswa.

Ketegangan pun tak terhindarkan hingga berujung pada kontak fisik secara spontan.

“Pak Hasan menanyakan bola, lalu kami berikan. Setelah itu saya didorong hingga terkena kuku di bagian kening, dan mata saya jadi lebam,” ujar siswa tersebut.

Ia juga menyebut, salah satu temannya sempat mengalami perlakuan serupa. Bola yang digunakan bahkan sempat dilemparkan sebanyak dua kali, meski tidak menimbulkan luka pada siswa lain.

Usai kejadian, pada jam pelajaran berikutnya, seorang guru lain memberikan pertolongan pertama dengan membersihkan luka dan menghentikan pendarahan korban.

Sementara itu, Hasan saat dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Ia mengakui tindakannya dipicu emosi sesaat.

“Saya mohon maaf atas kejadian kemarin dengan siswa berinisial DS. Itu bukan didorong, melainkan terkena kuku saya saat tangan saya bergerak,” ujarnya.

Meski sempat menimbulkan luka, peristiwa ini diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kasus tersebut ke ranah hukum.

Namun demikian, kejadian ini memantik perhatian publik. Tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan dinilai tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, karena selain berdampak fisik, juga berpotensi menimbulkan trauma psikis. Korban sendiri dilaporkan belum kembali bersekolah selama tiga hari terakhir pascakejadian.

Reporter : Didin

Editor : Tim Redaksi

 

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *