Minggu, Mei 10, 2026

Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025. Foto: Tangkapan layar
NasionalPemerintah

Sri Mulyani Tegaskan Komitmen APBN Dukung Sains dan Teknologi untuk Hadapi Kompetisi Global

INAPOS, BANDUNG.- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mendukung pengembangan sains, teknologi, dan industri nasional melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal tersebut disampaikannya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025 yang digelar di Bandung, Kamis (7/8/25).

Dalam sambutannya, Menkeu menyampaikan bahwa persaingan global saat ini sangat ketat, khususnya di sektor teknologi. Oleh karena itu, Indonesia harus mengambil peran sebagai pelaku utama, bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya pertarungan kepentingan global.

“Tidak hanya sumber daya manusia (SDM), kita juga menghadapi tantangan besar dalam pembangunan kelembagaan, dan semua itu membutuhkan sumber daya, terutama dari sisi keuangan,” ujar Sri Mulyani.

Ia menjelaskan bahwa APBN menjadi instrumen krusial dalam mewujudkan visi negara, termasuk dalam memperkuat ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp724,3 triliun, atau sekitar 20 persen dari total belanja negara, sesuai amanat konstitusi.

Anggaran tersebut mencakup berbagai aspek dalam sistem pendidikan nasional, mulai dari bantuan langsung untuk siswa dan mahasiswa, penggajian serta tunjangan kinerja bagi guru dan dosen, hingga pembangunan infrastruktur pendidikan dan fasilitas penelitian.

“Itu semuanya digunakan untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan penelitian di Indonesia,” tambah Menkeu.

Sri Mulyani juga menyoroti perkembangan Dana Abadi Pendidikan yang terus menunjukkan tren positif. Hingga 31 Desember 2024, dana tersebut telah mencapai Rp154,1 triliun, jauh meningkat dibandingkan saat awal dibentuk pada 2009 yang hanya Rp1 triliun.

Dana ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 670 ribu penerima, termasuk 3.363 mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di universitas top dunia.

“Kami ingin memastikan anggaran pendidikan tidak sia-sia, maka dibentuklah Dana Abadi sebagai wadah keberlanjutan,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif super tax deduction bagi dunia usaha yang menanamkan investasi di bidang riset dan pengembangan.

Menutup paparannya, Sri Mulyani berharap konvensi ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem yang produktif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Konvensi ini saya harap menjadi salah satu bentuk kerja sama yang konkret untuk meningkatkan produktivitas melalui sains dan teknologi,” pungkasnya.

Reporter: Ayi

Editor: Redaksi Inapos 

 

5 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *