Rabu, April 29, 2026

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin saat memberikan mauidhoh hasanah dalam acara Halalbihalal Alumni Lintas Pesantren se-Kabupaten Magelang
DaerahSosial

Taj Yasin Ajak Alumni Pesantren Jaga Sanad dan Persatuan

INAPOS, MAGELANG.- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak para alumni pesantren untuk terus menjaga nilai-nilai luhur pesantren di tengah perkembangan zaman. Nilai yang ditekankan antara lain merawat sanad keilmuan serta memperkuat persatuan antarsantri dan alumni.

Hal tersebut disampaikan Taj Yasin saat memberikan mauidhoh hasanah dalam acara Halalbihalal Alumni Lintas Pesantren se-Kabupaten Magelang yang digelar di Pondok Pesantren API ASRI Syubhanol Wathon Giri, Secang, Minggu (26/4/2026).

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menuturkan, sanad keilmuan bukan sekadar menunjukkan legitimasi ilmu, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter santri yang beradab.

Menurutnya, para alumni harus terus menjaga hubungan dengan para guru serta tidak melupakan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.

“Sanad itu penting, karena dari situlah ilmu memiliki keberkahan dan arah. Maka hubungan dengan guru harus terus dijaga,” ujar Gus Yasin.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap saling menghormati di tengah perbedaan pandangan. Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh menghilangkan adab kepada para ulama.

“Saya diajarkan, meskipun tidak selalu sependapat, jangan sampai kehilangan rasa hormat kepada ahli ilmu. Yang kita hormati adalah ilmunya, bukan sekadar pendapatnya,” tutur Gus Yasin.

Wagub juga mengapresiasi terselenggaranya pertemuan lintas alumni pesantren yang dinilai mampu mempererat silaturahmi serta menyambungkan jejaring antarpesantren di berbagai daerah.

“Pertemuan ini penting untuk menyambung hubungan antaralumni pesantren, sehingga kebersamaan dan nilai-nilai pesantren tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes API Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori menegaskan, kegiatan halalbihalal ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga upaya menjaga roh pesantren di tengah kehidupan modern.

Ia mengatakan, tantangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan aspek lahiriah, tetapi juga bagaimana menjaga nilai-nilai spiritual yang menjadi inti pendidikan pesantren.

“Mengumpulkan orang itu mudah, tetapi menyatukan roh kebersamaan itu yang tidak mudah. Ini yang terus kita upayakan melalui pertemuan seperti ini,” ujarnya.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yusuf itu juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi saling menghormati antarulama yang selama ini menjadi teladan di lingkungan pesantren.

“Para ulama itu saling menghormati. Ini yang harus kita tiru. Jangan sampai justru para santri atau alumninya yang tidak bisa menjaga itu,” pungkasnya.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi Inapos

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *