Beranda Kesehatan 15 Motor Listrik Diserahkan ke Dinkes Kabupaten Cirebon, Perkuat Penanganan TBC dan...

15 Motor Listrik Diserahkan ke Dinkes Kabupaten Cirebon, Perkuat Penanganan TBC dan Kusta

0
23
Gunting pita simbolis penyerahan sepeda motor listrik dari Komipo.

INAPOS. CIREBON – Upaya mempercepat penanggulangan tuberkulosis (TBC) dan kusta di Kabupaten Cirebon mendapat dukungan melalui bantuan kendaraan operasional. Sebanyak 15 sepeda motor listrik diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon untuk mendukung kegiatan petugas kesehatan di lapangan.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi PT Komipo Energy Indonesia, The Midland Power Labour Union, dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia. Penyerahan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Selasa (29/9/2026).

Presiden The Midland Power Labour Union, Mr. Moon Deokjoo, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan dan serikat pekerja terhadap kesehatan masyarakat.

Menurutnya, sepeda motor listrik tersebut menjadi bagian dari inovasi mobilitas hijau untuk mendukung akselerasi penanggulangan TBC dan kusta.

“Bantuan ini wujud dari kepedulian perusahaan dan serikat pekerja pada kesehatan masyarakat,” ujar Moon Deokjoo dalam sambutannya.

Bupati Cirebon H. Imron mengapresiasi dukungan ketiga lembaga tersebut. Menurutnya, bantuan kendaraan operasional akan membantu petugas kesehatan dalam menjangkau masyarakat, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganan TBC serta kusta.

“Kami mengapresiasi bantuan untuk penanggulangan TBC dan kusta, karena kita tahu sendiri di Kabupaten Cirebon ini untuk TBC sangat besar,” kata Imron usai acara.

Imron menyebut, berdasarkan data yang dimilikinya, terdapat 6.199 penderita TBC yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon. Di antaranya Kecamatan Susukan, Plumbon, Arjawinangun, Gegesik, dan Sumber.

Sementara itu, jumlah penderita kusta yang tercatat mencapai 125 orang.

Dengan kondisi tersebut, Imron berharap bantuan sepeda motor listrik dapat dimanfaatkan secara optimal oleh puskesmas penerima.

“Kami berharap puskesmas yang mendapatkan motor ini untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga mempermudah dalam melakukan penyuluhan kepada masyarakat,” tuturnya.

Executive Director Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Febrina Fransiska Sianturi, menjelaskan Kabupaten Cirebon dipilih sebagai salah satu daerah penerima bantuan karena tingginya prevalensi penyakit TBC dan kusta.

“Kenapa Cirebon? Karena tadi ada data bahwa tingkat prevalensinya di sini tinggi, penderitanya di sini tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan berjumlah 15 unit meskipun terdapat sekitar 60 puskesmas di Kabupaten Cirebon. Jumlah tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan program yang dijalankan.

“Kami pun punya keterbatasan. Dengan ini kami juga berharap pemerintah Kabupaten bisa mengelola dengan baik dan menjaga dengan baik,” katanya.

Menurut Febrina, salah satu tantangan dalam penanggulangan TBC adalah mobilitas petugas di lapangan. Karena itu, keberadaan kendaraan operasional diharapkan dapat membantu petugas menjangkau masyarakat dan menjalankan kegiatan pelayanan maupun penyuluhan.

“Semoga bisa juga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk Kabupaten Cirebon,” katanya.

Febrina menambahkan, Yayasan Gugah Nurani Indonesia telah menjalankan kegiatan di Indonesia sejak 2005, setelah bencana tsunami di Aceh. Yayasan tersebut bergerak di lima sektor, salah satunya bidang kesehatan.

“Dalam pelaksanaan program, kami berkomunikasi dengan Good Neighbors International di Korea Selatan. Dari kerja sama tersebut, Yayasan Gugah Nurani Indonesia dipercaya untuk mengelola dana CSR dari Komipo Korea,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini