Jumat, April 17, 2026

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar saat monitoring jam malam pelajar di kawasan Alun-alun Kejaksan dan Stadion Bima. Kris
TNI / POLRI

Kapolres Cirebon Kota Humanis, Ajak Remaja Pulang Saat Jam Malam Tanpa Razia

INAPOS, KOTA CIREBON.- Suasana malam Minggu di Kota Cirebon yang selalu ramai, khususnya di kawasan Alun-Alun Kejaksaan dan Stadion Bima, menjadi perhatian khusus aparat kepolisian.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar turun langsung melakukan monitoring pelaksanaan jam malam pada Sabtu malam (28/6/25).

Didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Cirebon Kota, AKBP Eko menyambangi titik-titik keramaian yang kerap dijadikan tempat berkumpul para remaja. Salah satunya adalah sekitar Shelter Stadion Bima, yang malam itu tampak dipadati kelompok pemuda yang tengah nongkrong.

Dengan pendekatan ramah dan humanis, Kapolres berdialog langsung dengan para remaja, memberi nasihat agar lebih bijak dalam mengisi waktu malam.

“Kalau cuma ingin ngobrol santai sama teman-teman, bukannya lebih baik di halaman rumah? Lebih aman, dan orang tua juga tenang,” ujar AKBP Eko dengan senyum bersahabat.

Tidak ada razia atau tindakan represif dalam kegiatan ini. Kapolres menegaskan bahwa kegiatan tersebut hanya bersifat monitoring dan memberikan imbauan. Petugas mengajak para remaja untuk segera pulang karena waktu sudah mendekati tengah malam.

“Kami hanya mengingatkan agar tidak ada hal-hal yang bisa menimbulkan gangguan keamanan. Bukan razia, tapi monitoring dan imbauan untuk kebaikan bersama,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi situasi kawasan Stadion Bima yang dinilai semakin kondusif. Warung-warung yang sebelumnya beroperasi hingga larut malam kini mulai menutup lebih awal, yang menurutnya sebagai sinyal positif dari masyarakat untuk turut menjaga ketertiban lingkungan.

AKBP Eko juga menegaskan bahwa Polres Cirebon Kota mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif, khususnya kepada generasi muda. Ia mengingatkan pentingnya menghindari aktivitas yang berpotensi melanggar hukum seperti mengonsumsi minuman keras atau tindakan negatif lainnya.

“Kami tidak melarang masyarakat beraktivitas, tapi kami ingin aktivitas itu tetap dalam koridor yang aman, sehat, dan tidak melanggar aturan,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *