Sabtu, April 18, 2026

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memulai rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025. Foto: Kris/OJK
Ekonomi dan BisnisDaerah

OJK Cirebon Gandeng UMC dan BEI Jabar, Bekali 1.700 Mahasiswa Baru Literasi Finansial

INAPOS, KOTA CIREBON.- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memulai rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 dengan melibatkan generasi muda sebagai motor utama literasi keuangan.

Bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat dan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), OJK menggelar kegiatan bertema “Bersama Membangun Negeri Raih Indonesia Gemilang” yang dirangkaikan dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMC 2025, Sabtu (4/10/25).

Acara yang dihadiri sekitar 1.700 mahasiswa baru UMC ini menjadi penanda resmi kick off BIK 2025 di wilayah kerja OJK Cirebon. Hadir pula sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Prof. Dr. Ahmad Dahlan, Sekretaris PP Muhammadiyah M. Sayuti, M.Pd., Ph.D., Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni, S.IK., S.H., M.H., Rektor UMC Arif Nurudin, M.T., serta perwakilan BEI Jawa Barat dan industri perbankan.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menekankan pentingnya generasi muda memiliki kesadaran finansial sejak dini.

“Rendahnya literasi keuangan membuat anak muda rentan terjerat pinjaman online ilegal, judi online, dan gaya hidup konsumtif. Hal ini dapat merusak masa depan serta menghambat produktivitas dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Selain itu, acara ini juga menghadirkan keynote speech dari Wamendikdasmen Dr. Fajar Riza Ul Haq serta Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni yang menegaskan pentingnya membangun generasi cerdas, berintegritas, dan sehat dalam mengelola keuangan sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa.

Sebagai bentuk apresiasi, OJK Cirebon bersama UMC memberikan penghargaan kepada dua Duta Literasi Keuangan UMC 2025 serta menyerahkan buku literasi keuangan sebagai referensi pembelajaran mahasiswa.

Agus Muntholib menambahkan, OJK akan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam mencetak Duta Literasi Keuangan di berbagai perguruan tinggi.

“Kampus harus menjadi motor perubahan dalam membentuk perilaku finansial yang sehat dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Rektor UMC, Arif Nurudin, dalam sambutannya menekankan agar mahasiswa menjadikan kampus sebagai tempat tumbuh, belajar, dan mengabdi demi mewujudkan generasi unggul yang siap berkontribusi bagi bangsa.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks inklusi keuangan nasional baru mencapai 80,51%, masih jauh dari target nasional 93% pada 2029. Karena itu, mahasiswa baru ditempatkan sebagai sasaran prioritas literasi untuk memperkuat fondasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Ciayumajakuning.

Di sisi lain, OJK Cirebon juga menegaskan komitmennya menjaga tata kelola yang bersih dan berintegritas, termasuk melalui Program Pengendalian Gratifikasi, dengan melarang pemberian hadiah atau parsel dalam bentuk apapun dari pihak mitra maupun rekanan.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

59 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *