Jumat, April 17, 2026

KAI Daop 3 Cirebon revitalisasi Taman Kota Cirebon yang berlokasi di Jalan Siliwangi, tepat di depan Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata. Foto: Kris
Ekonomi dan BisnisDaerah

KAI Daop 3 Cirebon Revitalisasi Taman Kota Siliwangi, Wujudkan Ruang Publik Berfilosofi Budaya

INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah revitalisasi Taman Kota Cirebon yang berlokasi di Jalan Siliwangi, tepat di depan Kantor Gubernur Bale Jaya Dewata.

Revitalisasi ini tidak hanya bertujuan menghadirkan ruang publik yang fungsional dan nyaman bagi masyarakat, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal dan filosofi budaya Cirebon sebagai daya tarik wisata yang memperkuat identitas kota.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan bahwa perbaikan taman kota ini merupakan bentuk sinergi antara KAI Daop 3 Cirebon dan Pemerintah Kota Cirebon, sekaligus bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

“Bukan sekadar ruang terbuka hijau, taman ini juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan warga Cirebon,” ujar Muhib.

Tugu ikonik yang berdiri di tengah taman menjadi salah satu elemen utama dengan makna filosofis mendalam. Beberapa di antaranya:

  1. Stilasi Udang dan Kapal – melambangkan Cirebon sebagai Kota Udang dan kota pesisir. Lengkungan menyerupai tubuh udang, sementara garis-garisnya menggambarkan kebersamaan masyarakat dan semangat dinamis kota yang terus bergerak maju.
  2. Dua Struktur Saling Berhadapan – simbol keseimbangan dan keharmonisan, dua nilai utama dalam kehidupan sosial masyarakat Cirebon.
  3. Dasar Lengkung Bermotif Bata – menggambarkan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan sejarah kota.

Selain tugu, desain tata ruang taman juga mengandung filosofi budaya dan spiritual khas Cirebon:

  • Sumbu Utara–Selatan mengacu pada garis imajiner antara Keraton Cirebon dan Astana Gunung Jati, yang merepresentasikan keseimbangan antara unsur pemerintahan dan spiritualitas.
  • Plaza Runcing Seperti Tombak melambangkan arah dan tujuan yang jelas—simbol semangat masyarakat Cirebon untuk terus melangkah maju.

Muhib menegaskan bahwa revitalisasi taman kota ini bukan sekadar proyek estetika, tetapi juga upaya menghadirkan ruang publik yang inklusif, nyaman, dan bermakna sosial.

“KAI tidak hanya hadir untuk menghubungkan kota-kota melalui rel kereta, tetapi juga berupaya menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Melalui program TJSL ini, kami ingin memberikan kontribusi yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi Kota Cirebon,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muhib menambahkan bahwa taman ini diharapkan menjadi ruang sosial dan budaya yang mampu mempererat interaksi warga sekaligus memperkuat identitas Cirebon sebagai kota bersejarah dan penuh makna spiritual.

“Kami percaya, kehadiran KAI tidak bisa dilepaskan dari komunitas tempat kami berada. Karena itu, setiap program TJSL selalu mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Dan Cirebon, dengan kekayaan sejarahnya, sangat layak memiliki ruang publik yang merepresentasikan jati dirinya,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

54 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *