Minggu, April 19, 2026

Jembatan Losari yang putus. Foto: Oto
DaerahSosial

Jembatan Gantung Babakan Losari Lor Ambrol, Akses Warga Terputus

INAPOS, KAB CIREBON.- Jembatan gantung di Desa Babakan Losari Lor, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, hingga Senin (17/11) masih belum mendapat penanganan teknis dari instansi terkait.

Kondisi jembatan yang ambrol tersebut membuat akses menuju Desa Babakan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes terputus total. Padahal jalur ini merupakan urat nadi vital bagi mobilitas warga di kedua wilayah.

Warga setempat terpaksa menutup akses jembatan sepenuhnya karena kondisinya dinilai sangat membahayakan dan berisiko runtuh lebih lanjut.

Meski kerusakan abutment jembatan bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Cirebon, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon tetap bersikap proaktif. BPBD langsung menerjunkan personel untuk melakukan assessment awal pascakejadian.

“Kita tetap proaktif merespons setiap laporan bencana yang masuk. Kami sudah mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment kebutuhan,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, didampingi Sekretaris Pelaksana BPBD, Syamsul Hadi, Senin (17/11).

BPBD melakukan kajian lapangan untuk kemudian dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP). Koordinasi ini diperlukan untuk menentukan langkah penanganan konstruksi selanjutnya.

Syamsul Hadi memperkirakan jembatan ambrol pada Minggu dini hari (16/11) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu wilayah setempat diguyur hujan deras selama kurang lebih dua jam. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air meresap ke dinding senderan jembatan hingga menimbulkan longsor dan merusak struktur penyangga.

Senderan jembatan mengalami kerusakan cukup parah, dengan panjang longsoran mencapai 22 meter dan tinggi sekitar 5 meter. Kerusakan tersebut membuat jembatan tidak dapat dilalui dan menyebabkan akses kedua desa terputus total.

BPBD menerima laporan kerusakan pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan segera menurunkan tim ke lapangan. Tim tiba dua jam kemudian dan langsung melakukan pemeriksaan awal.

“Penyebab ambrolnya jembatan karena hujan intensitas tinggi,” jelas Syamsul.

BPBD belum melakukan penanganan konstruksi. Sebagai langkah awal, petugas memasang portal serta tanda larangan melintas di dua sisi jembatan untuk mencegah potensi kecelakaan. “Kami menutup akses jembatan karena kondisinya tidak aman,” tegas Syamsul.

Hasil pengecekan menunjukkan kondisi struktur jembatan sangat mengkhawatirkan. Penyangga bangunan dilaporkan hilang dan tidak ditemukan pondasi yang memadai. “Penyangganya sudah tidak ada, pondasinya pun tidak ada,” ungkap Syamsul.

Akibat jembatan ambrol, warga kini harus mencari jalur alternatif untuk beraktivitas sehari-hari, sembari menunggu keputusan perbaikan dari instansi teknis terkait.

BPBD mengimbau warga tetap waspada mengingat kondisi jembatan yang sangat rawan runtuh lebih lanjut. “Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” pungkas Syamsul.

Reporter: Oto

Editor: Redaksi Inapos 

 

55 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *