Selasa, April 21, 2026

Wabup Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman tinjau lokasi banjir di wilayah Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, pada Senin (5/1/2026) malam.
DaerahHeadlinePemerintah

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Mundu, Wabup Cirebon Bongkar Penyebab Tanggul Jebol dan Sungai Menyempit

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Mundu, Wabup Cirebon Bongkar Penyebab Tanggul Jebol dan Sungai Menyempit

Inapos.id, Kab. Cirebon – Banjir yang merendam ratusan rumah di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, membuka persoalan serius pada sistem pengendalian banjir dan pembangunan kawasan permukiman. Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penyebab banjir sekaligus menyiapkan langkah cepat penanganan.

Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (5/1/2026) menyebabkan dua kawasan permukiman terdampak parah, yakni Perumahan Green Pamengkang dan Perumahan Puri Banjarwangunan. Air meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga akibat sungai yang tidak mampu menahan debit air.

Di Perumahan Green Pamengkang, Wabup yang akrab disapa Jigus menyusuri aliran sungai yang berada di sekitar permukiman. Dari hasil peninjauan, banjir diketahui terjadi akibat tanggul yang jebol, sehingga air sungai dengan cepat menggenangi kawasan hunian warga.

“Tadi saya sudah menelusuri sungai yang menjadi penyebab banjir di Perumahan Green Pamengkang. Banjir ini terjadi karena tanggul yang dibangun oleh developer jebol, sehingga air langsung masuk ke pemukiman warga,” ujar Jigus.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Jigus menegaskan perlunya langkah konkret dan kolaborasi lintas pihak agar kerusakan tanggul tidak kembali menimbulkan banjir di kemudian hari.

“Supaya kejadian ini tidak terulang, saya akan mengumpulkan paguyuban masyarakat, BBWS, pihak developer, pemerintah desa, serta dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret,” ucapnya.

Sementara itu, di Perumahan Puri Banjarwangunan, banjir dipicu oleh luapan Sungai Kalilunyu. Sungai tersebut tidak mampu menampung debit air akibat sedimentasi dan penyempitan alur sungai. Jigus pun langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menangani persoalan tersebut.

“Saya bersama BBWS tadi meninjau langsung Sungai Kalilunyu yang menjadi penyebab banjir di Banjarwangunan,” tuturnya.

Menurut Jigus, normalisasi Sungai Kalilunyu menjadi langkah mendesak sebagai solusi jangka pendek dan menengah untuk menekan risiko banjir berulang.

“Dalam waktu dekat, sungai ini harus mulai dilakukan normalisasi. Sedimentasi dan penyempitan Sungai Kalilunyu menjadi penyebab utama banjir,” tegasnya.

Selain penanganan infrastruktur, pemerintah daerah juga bergerak cepat dalam penanganan dampak sosial. Jigus memerintahkan BPBD Kabupaten Cirebon bersama pihak kecamatan untuk melakukan asesmen terhadap warga terdampak.

“Langkah cepat yang kami lakukan adalah mengirimkan sejumlah kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir di Perumahan Puri Banjarwangunan,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Jigus juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang telah membantu proses evakuasi serta penanganan warga di lokasi banjir.

Reporter : Didin

Editor : Tim Redaksi

52 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *