Jumat, April 24, 2026

Rumah Apung di Demak
DaerahPemerintah

Pemprov Jateng Bangun 20 Rumah Apung di Demak 2026, Solusi Permanen Atasi Banjir Rob Sayung

INAPOS, SEMARANG.- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggulirkan program bantuan pembangunan rumah apung bagi warga terdampak bencana rob di Kabupaten Demak. Program ini menjadi solusi adaptif untuk mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini melanda kawasan pesisir, khususnya di Kecamatan Sayung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan bantuan rumah apung merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pemerintah Kabupaten Demak, dan Bank Jateng.

“Bantuan rumah apung terus kami lakukan sebagai langkah solutif bagi warga terdampak rob di Kabupaten Demak,” ujarnya, Rabu (22/4/26).

Menurutnya, pembangunan rumah apung difokuskan di Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, dua wilayah yang selama ini kerap terendam air laut akibat rob. Program ini juga sejalan dengan semangat “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” yang diusung Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.

“Pak Gubernur selalu menekankan pentingnya kerja super team, bukan superman. Karena itu, penanganan kawasan terdampak rob dilakukan secara kolaboratif,” jelas Boedyo.

Hingga akhir 2025, total sudah dibangun 15 unit rumah apung di wilayah tersebut. Rinciannya, satu unit prototype pada 2023 oleh Pemkab Demak dan CSR, satu unit pada 2024 oleh Yayasan Sheep Indonesia, serta 13 unit lainnya pada 2025 melalui dukungan CSR Bank Jateng dan Pemkab Demak.

Pada tahun 2026 ini, Pemprov Jateng menargetkan pembangunan 20 unit rumah apung tambahan. Sebanyak 19 unit akan dibangun di Desa Timbulsloko dan satu unit di Desa Bedono. Dari jumlah tersebut, 17 unit dibiayai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah.

“Untuk tahap awal tahun ini, pembangunan sudah dimulai dengan tiga unit, masing-masing untuk satu penerima di Desa Bedono dan dua penerima di Desa Timbulsloko,” ungkapnya.

Ia menambahkan, proses pembangunan telah dimulai sejak Maret 2026 dan ditargetkan rampung pada Mei 2026.

Boedyo berharap, keberadaan rumah apung ini dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak rob, sehingga mereka dapat tinggal di hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman.

“Rob selama ini menjadi masalah utama warga pesisir Demak. Kami berharap program ini benar-benar menjadi solusi nyata bagi mereka,” tandasnya.

62 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *