Kamis, April 16, 2026

Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung acara peringatan Hari Buruh Internasional yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Kamis, 1 Mei 2025. (Foto: BPMI Setpres)
NasionalPemerintah

Di Hadapan 200 Ribu Buruh, Presiden Prabowo Janjikan Reformasi Ketenagakerjaan

INAPOS, JAKARTA.- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2025 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (1/5/25).

Lebih dari 200.000 buruh dan pekerja dari berbagai daerah memenuhi lokasi acara, membawa semangat solidaritas dan harapan akan perubahan nyata dalam dunia ketenagakerjaan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan dan keadilan bagi kaum pekerja.

Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk menciptakan sistem ketenagakerjaan yang adil, produktif, dan berkelanjutan.

“Kami akan bekerja keras agar semua warga negara Indonesia bisa mendapat pelayanan kesehatan sebaik-baiknya dan obat yang semurah-murahnya. Ini perjuangan kami. Kekayaan bangsa Indonesia begitu besar, dan harus digunakan sebesar-besarnya untuk rakyat,” ujar Presiden di hadapan lautan buruh.

Presiden juga menanggapi enam tuntutan utama yang disampaikan oleh serikat pekerja, di antaranya penghapusan sistem outsourcing, pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), revisi UU Ketenagakerjaan, realisasi upah layak, pengesahan RUU Perampasan Aset, serta pembentukan Satgas PHK.

“Saya ingin memberi hadiah kepada kaum buruh hari ini. Saya akan segera membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional yang beranggotakan tokoh-tokoh pimpinan buruh dari seluruh Indonesia. Dewan ini akan memberi masukan kepada Presiden soal regulasi yang tidak berpihak kepada buruh, dan akan segera kita perbaiki,” tegas Prabowo.

Merespons langsung saran dari pimpinan buruh, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan segera membentuk Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) untuk memastikan perlindungan terhadap pekerja yang rentan kehilangan pekerjaan secara semena-mena.

Selain itu, Presiden juga menyinggung pentingnya perlindungan bagi pekerja di sektor maritim dan perikanan, termasuk mereka yang bekerja di kapal. Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong pengesahan RUU PPRT yang sudah lama diperjuangkan. “Pak Dasco, Wakil Ketua DPR, sudah lapor ke saya. Minggu depan RUU ini mulai dibahas. Mudah-mudahan dalam waktu kurang dari tiga bulan, bisa segera disahkan,” ungkapnya.

Tak hanya soal ketenagakerjaan, Presiden Prabowo juga menyuarakan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Ia dengan tegas mendukung pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai bagian dari agenda nasional dalam melawan kejahatan korupsi.

“Saya mendukung Undang-Undang Perampasan Aset. Enak saja sudah nyolong, tidak mau kembalikan aset. Ini harus kita lawan bersama,” seru Presiden disambut tepuk tangan meriah para buruh.

Peringatan Hari Buruh 2025 ini menjadi panggung penting bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan komitmen dan langkah konkret dalam mewujudkan keadilan dan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia.

Pidato Presiden tersebut disambut antusias dan menjadi harapan baru bagi masa depan dunia kerja yang lebih manusiawi dan berkeadilan.

 

Editor: Redaksi Inapos 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *