Rabu, April 29, 2026

Presiden RI Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE). Foto: Er
DaerahPemerintah

Presiden Prabowo Tinjau TPST Banyumas, Ahmad Luthfi Targetkan Jawa Tengah Zero Sampah 2028

INAPOS, BANYUMAS.- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE), Selasa (28/4/26).

Kunjungan tersebut menyoroti keberhasilan Banyumas dalam mengelola sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular dari hulu hingga hilir.

Dalam kunjungan itu, Presiden menerima paparan langsung dari pengelola TPST BLE mengenai sistem pengolahan sampah yang mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

Kepala UPTD TPST Banyumas Edy Nugroho menjelaskan sistem pengelolaan sampah di Banyumas mengedepankan konsep waste to value, yakni sampah diolah menjadi nilai ekonomi.

“Sistem kami dari hulu sampai hilir, menuju waste to value, sampah jadi bernilai ekonomi,” ujar Edy.

Berdasarkan data, timbulan sampah di Banyumas mencapai 738,80 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 574,52 ton atau 77,76 persen telah terkelola, sementara sekitar 164 ton per hari belum masuk ke fasilitas TPST.

Sampah dipilah sejak tingkat rumah tangga, kemudian diproses menjadi bahan bakar alternatif seperti Refuse Derived Fuel (RDF).

Presiden Prabowo menilai sistem pengelolaan sampah di Banyumas sangat efektif dan layak menjadi contoh nasional. Pemerintah pusat, kata dia, siap memberikan dukungan penuh agar sistem serupa diperluas ke berbagai daerah.

“Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh. Pemerintah pusat akan mendorong serta menurunkan bantuan langsung, agar sistem ini bisa kita perbaiki dan kembangkan,” ujar Prabowo.

Ia juga menegaskan persoalan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera diselesaikan.

“Sampah adalah prioritas nasional. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan, harus bisa kita kendalikan,” tegasnya.

Gubernur Ahmad Luthfi menyebut ketertarikan Presiden juga terlihat pada pengembangan RDF di Jawa Tengah yang terus diperluas.

“Pak Presiden sangat tertarik. Saat ini ada 13 kabupaten yang masih dalam proses pengembangan RDF, sementara tiga kabupaten sudah operasional,” katanya.

Menurut Luthfi, model Banyumas menjadi contoh nyata pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan masyarakat sejak dari rumah tangga hingga tahap pemanfaatan akhir.

“Ini menjadi role model. Dari hulu sampai hilir kita kerjakan bersama,” ujarnya.

Pemprov Jawa Tengah saat ini mempercepat pembangunan fasilitas RDF di berbagai daerah dengan dukungan empat pabrik semen sebagai penampung hasil olahan sampah.

“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” jelas Luthfi.

Selain itu, konsep pengolahan regional juga disiapkan untuk wilayah dengan volume sampah besar seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.

Luthfi menegaskan Jawa Tengah siap melampaui target nasional pengelolaan sampah tahun 2029. Menurutnya, provinsi ini optimistis bisa mencapai target zero sampah lebih cepat, yakni pada 2028.

“Target nasional 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” tegasnya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo juga memberi apresiasi terhadap kinerja Jawa Tengah yang dinilai sudah berada di jalur tepat dan berpotensi menjadi contoh bagi provinsi lain.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi Inapos 

 

53 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *