Sabtu, Mei 2, 2026

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy melepas ekspor produk garmen milik PT Inti Sukses Garmindo (ISG) ke Amerika Serikat di kompleks pabrik perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Hardjosari, Bawen. Foto: Hms
DaerahEkonomi dan Bisnis

Menteri Bappenas Lepas Ekspor Garmen PT ISG ke Amerika Serikat, Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja Jateng

INAPOS, SEMARANG.- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy melepas ekspor produk garmen milik PT Inti Sukses Garmindo (ISG) ke Amerika Serikat di kompleks pabrik perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Hardjosari, Bawen, Rabu (29/4/2026).

Pelepasan ekspor tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di Jawa Tengah, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa sektor industri garmen memiliki peran strategis sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Ia pun mendorong agar industri tekstil dan garmen terus berkembang dan semakin kompetitif di pasar global.

“Industri garmen kita harus tambah bagus. Kalau insentif fiskal dari Kementerian Keuangan dan Menko Perekonomian, pasti akan ada arahan ke sana,” tegasnya.

Di hadapan ratusan pekerja PT ISG, Menteri juga memberikan motivasi agar para karyawan tetap semangat bekerja dan menjaga produktivitas. Sementara kepada manajemen perusahaan, ia berpesan agar kesejahteraan pekerja menjadi perhatian utama.

Menurutnya, perusahaan perlu memberikan penghargaan kepada tenaga kerja yang telah berkontribusi terhadap kemajuan usaha, termasuk menjaga kesehatan dan kenyamanan para pekerja.

“Perhatikan kesehatan pekerja. Tadi ada pekerja wanita yang sedang hamil, agar ada perhatian khusus. Jika produktivitas mereka bagus, jangan ragu untuk menaikkan gaji,” ujarnya disambut antusias para pekerja.

Sementara itu, Direktur Marketing PT Inti Sukses Garmindo, Henry Leo Putra menjelaskan bahwa aktivitas ekspor perusahaan berjalan rutin setiap bulan dengan pasar utama luar negeri.

Dalam satu tahun, PT ISG mampu mengekspor sekitar 1 juta potong produk garmen. Khusus pengiriman ke Amerika Serikat kali ini, jumlah produk yang dilepas mencapai 22.395 potong.

“Ekspor tidak terpengaruh adanya konflik Timur Tengah yang melibatkan AS. Hanya penyesuaian tarif saja,” jelas Henry.

Keberhasilan ekspor ini menunjukkan daya saing industri garmen Indonesia tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global. Selain meningkatkan devisa negara, ekspor juga menjadi bukti bahwa sektor manufaktur Jawa Tengah terus tumbuh dan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi Inapos 

 

 

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *