Rano Karno Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
INAPOS, JAKARTA.- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kematian kepada keluarga dua korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Kedua korban diketahui bernama Nuryati dan Nurlela.
Penyerahan santunan tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada keluarga korban yang ditinggalkan.
“Saya mewakili Pemprov DKI Jakarta menyampaikan dukacita yang mendalam atas peristiwa kecelakaan kereta api di daerah Bekasi yang mengakibatkan berpulangnya almarhumah Ibu Nurlela dan Ibu Nuryati,” ujar Rano Karno.
Diketahui, Nurlela merupakan guru SDN 11 Pulo Gebang yang berdomisili di wilayah Cikarang. Kepada keluarga Nurlela, Pemprov DKI menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja senilai Rp283.227.000.
Sementara itu, keluarga Nuryati yang merupakan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Kelurahan Utan Panjang menerima santunan jaminan kematian sebesar Rp42 juta serta bantuan dari Baznas Bazis DKI Jakarta sebesar Rp20 juta.
“Santunan ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian Pemprov DKI Jakarta kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Rano.
Santunan Diharapkan Ringankan Beban Keluarga
Rano mengakui bantuan yang diberikan tidak akan mampu menggantikan kehilangan orang tercinta. Namun, ia berharap santunan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga korban.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang bergerak cepat dalam memproses pencairan santunan, yakni PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan, dan Baznas Bazis DKI Jakarta.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memproses santunan ini dengan cepat sehingga bisa segera diterima keluarga korban,” ungkapnya.
Pemprov DKI Siapkan Dukungan Pendidikan Anak Korban
Dalam kesempatan itu, Rano Karno juga menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan memberikan perhatian khusus terhadap kelanjutan pendidikan anak laki-laki Nurlela yang masih kecil.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki sejumlah program pendidikan yang bisa dimanfaatkan untuk membantu keluarga korban.
“Nanti Dinas Pendidikan ada program untuk itu. Kita pikirin, apalagi beliau ini keluarga kita juga, pasti akan ada prioritas,” tandasnya.
Reporter: Agus
Editor: Redaksi Inapos
