Pj Wali Kota Cirebon Kukuhkan Pengurus FKUB 2025-2029, Perkuat Semangat Kerukunan Beragama
INAPOS, KOTA CIEEBON.- Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon, Dr. Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., secara resmi mengukuhkan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cirebon periode 2025-2029 dalam sebuah acara di Ruang Adipura, Balai Kota Cirebon, Kamis (6/2/25).
Acara ini dihadiri oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Dr. H. Iing Daiman, S.I.P., M.Si., jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, pimpinan organisasi keagamaan, serta perangkat daerah terkait.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat harmoni dan toleransi antar umat beragama di Kota Cirebon.
Dalam sambutannya, Pj Wali Kota Cirebon menyampaikan apresiasi kepada pengurus FKUB sebelumnya yang telah berperan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman Kota Cirebon.
Ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga toleransi adalah hasil dari kerja sama berbagai pihak.
“Alhamdulillah, Kota Cirebon tetap kondusif meskipun memiliki keberagaman agama yang tinggi. Hal ini berkat sinergi antara FKUB, Forkopimda, organisasi keagamaan, serta dukungan masyarakat. Kita harus terus menjaga dan meningkatkan kerukunan ini, mengingat tantangan ke depan akan semakin besar,” ujar Agus Mulyadi.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi yang erat antara FKUB dengan berbagai elemen masyarakat serta aparat keamanan dalam menciptakan suasana yang harmonis.
“Kami berharap kerja sama ini terus diperkuat. Semua pihak harus berperan aktif dalam menjaga kerukunan agar Kota Cirebon tetap menjadi contoh kota dengan tingkat toleransi yang baik,” lanjutnya.
Ketua FKUB Kota Cirebon, Abdul Hamid, dalam pidatonya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon, TNI, dan Polri atas dukungan dalam menjaga harmoni antar umat beragama.
Ia menegaskan komitmen FKUB untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan menghormati perbedaan.
“Kami akan terus menggandeng semua elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian. Pendidikan tentang toleransi sejak dini juga akan menjadi perhatian kami agar generasi muda memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya hidup rukun,” pungkasnya. (Kris)
