INAPOS, KOTA CIREBON.– Seorang warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sekelompok pria tak dikenal di depan tempat hiburan malam (THM) Wahaha. Meski telah melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian, korban mengaku hingga kini belum menerima panggilan pemeriksaan lanjutan maupun informasi mengenai perkembangan penanganan kasus.
Korban, Soleman (33), warga Gambirlaya, Kelurahan Kasepuhan, menuturkan peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari (26/7/2026) saat dirinya hendak pulang usai berada di sekitar lokasi.
Menurut Soleman, saat itu dirinya tengah duduk di luar tempat hiburan malam. Tidak lama kemudian, rombongan pria yang tidak dikenalnya keluar dari lokasi. Ketika ia berdiri, rombongan tersebut diduga menganggap tindakannya sebagai bentuk tantangan hingga memicu adu mulut yang berujung pada aksi kekerasan.
“Saya lagi duduk di luar, mau pulang. Terus rombongan itu keluar. Saya berdiri, mungkin disangka nantang. Setelah sempat cekcok, mereka langsung main pukul,” kata Soleman, Kamis (6/8/2026).
Ia mengaku sama sekali tidak mengenal para pelaku. Menurutnya, rombongan tersebut berjumlah lebih dari lima orang, sementara yang diduga melakukan pemukulan secara langsung terhadap dirinya sekitar tiga hingga empat orang.
“Yang saya rasakan mukul saya sekitar tiga atau empat orang. Mereka datang lebih dari lima orang, sedangkan saya sendirian,” ujarnya.
Aksi pengeroyokan itu akhirnya berhasil dihentikan setelah sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi berupaya melerai.
Soleman menduga para pelaku berada dalam pengaruh minuman keras. Namun, ia menegaskan tidak pernah memiliki persoalan ataupun hubungan dengan para pelaku sebelum kejadian tersebut.
“Mereka juga sepertinya habis minum. Tapi tidak ada masalah sebelumnya, saya juga tidak kenal mereka,” ungkapnya.
Usai kejadian, Soleman segera melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke pihak kepolisian. Menurutnya, petugas sempat mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun hingga kini, ia mengaku belum mendapatkan panggilan pemeriksaan lanjutan maupun informasi terkait perkembangan penyelidikan.
“Waktu pertama laporan, polisi langsung cek TKP. Tapi sampai sekarang saya belum pernah dipanggil lagi untuk pemeriksaan dan belum ada kejelasan soal penanganan kasusnya,” katanya.
Korban berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporannya, mengungkap identitas para pelaku, serta memberikan kepastian hukum atas kasus dugaan pengeroyokan yang dialaminya.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








