Beranda Pemerintah Pemkot Cirebon Kembangkan Kawasan Budidaya Ikan, Hasil Panen untuk PAD dan Penanganan...

Pemkot Cirebon Kembangkan Kawasan Budidaya Ikan, Hasil Panen untuk PAD dan Penanganan Stunting

0
13
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo tebar 1.000 bibit ikan. Kris

INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon terus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar (BPBIAT) di Kalitanjung, P. Grenjeng, yang dilanjutkan dengan kegiatan penebaran (restocking) 1.000 benih ikan nila Nirwana di embung UPT Balai Pengembangan Ternak Potong (BPTR), Jalan Cibogo, Kelurahan Argasunya, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, serta jajaran perangkat daerah. Turut hadir pula perwakilan Bank Indonesia, Perum Bulog, dan sejumlah mitra yang selama ini mendukung penguatan sektor pangan di Kota Cirebon.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota melihat langsung kondisi kolam budidaya, sarana pendukung, hingga potensi kawasan yang dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan.

“Kami ingin melihat langsung potensi yang dimiliki pemerintah daerah. Aset-aset ini harus bisa dikelola secara lebih optimal melalui kolaborasi berbagai pihak, sehingga tidak hanya memberikan nilai tambah bagi daerah, tetapi juga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Effendi Edo.

Sebagai langkah awal pengembangan kawasan, Pemkot Cirebon menebarkan 1.000 benih ikan nila Nirwana yang diperkirakan dapat dipanen dalam waktu dua hingga tiga bulan mendatang.

Menurut Wali Kota, pengembangan budidaya ikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga memiliki nilai sosial yang besar. Hasil panen nantinya akan dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak dalam program percepatan penurunan angka stunting.

“Kami ingin pengelolaan kolam ini memiliki manfaat ganda. Pertama, mampu memberikan kontribusi terhadap PAD melalui hasil budidaya ikan. Kedua, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program penanganan stunting karena kebutuhan protein bagi anak-anak harus benar-benar menjadi perhatian,” ungkapnya.

Effendi Edo menilai persoalan stunting masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara berkelanjutan. Karena itu, optimalisasi aset pemerintah menjadi salah satu solusi strategis yang dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Ia menjelaskan, kawasan budidaya tersebut memiliki potensi besar karena saat ini tersedia sebanyak 26 kolam berukuran besar serta puluhan kolam lainnya yang masih dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan pengelolaan yang terencana.

Selain budidaya ikan, Pemerintah Kota Cirebon juga menyiapkan rencana pengembangan peternakan ayam petelur di kawasan tersebut. Konsep pengelolaan terpadu ini diharapkan mampu menghasilkan sumber pangan bergizi berupa ikan dan telur untuk mendukung berbagai program sosial pemerintah.

“Kami memiliki rencana mengembangkan kawasan ini secara bertahap. Nantinya bukan hanya ada budidaya ikan, tetapi juga peternakan ayam petelur, bahkan ke depan memungkinkan dikembangkan peternakan lainnya. Hasil ikan dan telur ini akan diarahkan untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak yang mengalami stunting, sekaligus menjadi cadangan pangan yang dapat dimanfaatkan saat masyarakat menghadapi kondisi darurat, seperti banjir atau situasi lainnya,” jelasnya.

Menurut Effendi Edo, keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendukung, dan masyarakat agar seluruh aset daerah dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

“Potensi yang kita miliki sudah ada. Tinggal bagaimana kita mengelolanya secara bersama-sama agar benar-benar produktif, berkelanjutan, dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini