Beranda Pemerintah Pramono Anung Kecam Promosi Miras Pakai Tantangan Hafalan Al-Qur’an di Jakarta

Pramono Anung Kecam Promosi Miras Pakai Tantangan Hafalan Al-Qur’an di Jakarta

0
11
Pramono Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama di Jakarta. Hms

INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecam keras aksi promosi minuman keras (miras) yang dilakukan dengan memberikan tantangan kepada pengunjung untuk menghafal surah Al-Qur’an. Ia menegaskan, aksi tersebut tidak boleh terjadi di Jakarta.

Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengambil tindakan tegas terhadap promosi minuman keras yang dikaitkan dengan kegiatan keagamaan tersebut.

“Tidak boleh terjadi di Jakarta,” tegas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Ia juga akan meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta, Ali, untuk segera berkoordinasi dan mengambil langkah terhadap kejadian yang telah viral di media sosial tersebut.

“Saya akan minta kepada Asisten Kesejahteraan, Pak Ali, untuk segera mengoordinasikan, mengambil tindakan tegas terhadap hal yang tidak boleh terjadi di Jakarta,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan, selama ini Pemprov DKI Jakarta bersama seluruh elemen masyarakat terus berupaya menjaga keharmonisan dan kerukunan antarumat beragama di Ibu Kota.

Berbagai kegiatan keagamaan, menurutnya, menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempertahankan kehidupan masyarakat Jakarta yang harmonis di tengah keberagaman.

Karena itu, Pramono menilai promosi minuman keras dengan menggunakan hafalan ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari tantangan promosi sangat mencederai nilai-nilai kerukunan yang selama ini dijaga bersama.

Ia pun menyayangkan terjadinya aksi tersebut dan meminta agar hal serupa tidak kembali terjadi.

“Yang berkaitan dengan promosi minuman keras yang viral, apalagi dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang sangat kita jaga bersama di Jakarta,” kata Pramono.

Promosi Miras dengan Tantangan Hafalan Al-Qur’an Viral di Media Sosial

Sebelumnya, media sosial diramaikan oleh aksi promosi sebuah merek minuman keras yang memberikan tantangan kepada pengunjung untuk membacakan hafalan surah Al-Qur’an.

Dalam aksi tersebut, pengunjung yang mampu menghafalkan Surah Ad-Dhuha disebut akan mendapatkan produk minuman keras secara gratis.

Konten promosi tersebut kemudian menuai sorotan dan kecaman dari masyarakat karena dinilai tidak semestinya mengaitkan kegiatan keagamaan, khususnya hafalan Al-Qur’an, dengan promosi minuman keras.

Pemprov DKI Jakarta memastikan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini