INAPOS, BANDUNG – Anggota DPRD Jawa Barat dr. Encep Sugiana mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran dan kekurangan air selama kemarau panjang yang disertai fenomena El Nino.
Menurut Encep, kondisi kering akibat kemarau dapat meningkatkan risiko kebakaran, baik di rumah, toko, lingkungan permukiman, maupun lahan terbuka seperti hutan dan tegalan.7“Beberapa bencana yang sering terjadi akibat kekeringan dan kemarau panjang ini di antaranya kebakaran, baik kebakaran rumah, toko, lingkungan sekitar, termasuk kebakaran hutan,” kata Encep pada Jum’at (7/8/26).
Ia meminta masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan memperhatikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Sampah yang dibakar juga harus mendapat pengawasan agar api tidak menyebar.
“Kalaupun harus dibakar, harus dengan perhatian khusus. Jangan sampai ketika kita membakar sampah tanpa pengawasan mengakibatkan terjadinya kebakaran yang lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, Encep meminta masyarakat memeriksa instalasi listrik di rumah untuk mencegah korsleting. Penggunaan peralatan rumah tangga seperti kompor juga perlu diperhatikan agar tidak menjadi sumber kebakaran.
“Kita juga harus terus menjaga dari hal-hal yang akan menyebabkan kebakaran, misalnya memperhatikan aliran listrik, jangan sampai terjadi korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran,” katanya.
Di sisi lain, Encep mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Menurutnya, kekeringan dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih maupun air untuk kebutuhan lainnya.
“Kita harus melakukan hemat penggunaan air karena di saat kekeringan ini rata-rata kita akan kekurangan air, baik itu air bersih maupun untuk kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan kembali air bekas aktivitas rumah tangga untuk kebutuhan yang tidak memerlukan air bersih, seperti menyiram tanaman.
“Ketika kita mencuci sesuatu menggunakan air bersih, tampungan air bekas mencuci itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya, misalnya untuk menyiram tanaman,” ujarnya.
Encep menilai penghematan air dapat dilakukan dengan memastikan air yang masih bisa digunakan tidak langsung terbuang. Air sisa aktivitas rumah tangga juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain yang sesuai.
Ia berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sekaligus menghemat penggunaan air selama kondisi kemarau panjang.
Reporter: Ayi
Editor: Redaksi








