Jumat, April 17, 2026

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dan taklimat bersama jajaran kabinet Merah Putih di Halaman Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 4 Maret 2025. (Foto: BPMI Setpres)
NasionalPemerintah

Pada Ratas Kabinet, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Pendidikan, Ekonomi Desa, dan Pemberantasan Korupsi

INAPOS, JAKARTA.- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto membahas sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus pemerintah, mulai dari peningkatan akses pendidikan, penguatan ekonomi desa, hingga komitmen tegas dalam pemberantasan korupsi.

Demikian disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas dan taklimat bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/25).

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian khusus pada sektor pendidikan. Salah satu program unggulan yang dibahas adalah pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan yang bertujuan memastikan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, termasuk di daerah terpencil.

“Presiden ingin membangun Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan, sekaligus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan hingga ke pelosok negeri,” ujar Bima Arya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa Presiden juga mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Mensos menambahkan bahwa sekolah ini akan berbentuk boarding school (sekolah berasrama) yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMK.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program ini berjalan optimal. Sekolah Rakyat ini akan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga miskin agar mendapatkan pendidikan layak,” jelas Saifullah Yusuf.

Tak hanya pendidikan, dalam rapat tersebut Presiden Prabowo juga memaparkan rencana besar mendirikan 70 ribu koperasi desa.

Koperasi tersebut akan berfungsi sebagai pusat sembako, apotek, hingga klinik kesehatan di desa. Presiden menegaskan bahwa dukungan dana bagi desa akan ditingkatkan signifikan, mencapai Rp7 miliar per desa, yang bersumber dari dana desa dan program MBG.

Anggaran desa kini jauh lebih besar, hingga Rp7 miliar per desa. Ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Bima Arya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan bahwa seluruh program prioritas pemerintah harus dijalankan dengan penuh keyakinan. Kritik yang muncul, menurutnya, merupakan bagian dari proses evaluasi demi perbaikan kebijakan.

“Kritik itu wajar, justru membuat kita lebih cermat dan waspada. Yang jelas, kita sudah berada di jalur yang benar,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga menunjukkan ketegasan sikapnya terkait pemberantasan korupsi. Ia menyatakan kegeramannya terhadap para oknum yang masih nekat mencuri uang rakyat, meski telah berkali-kali diingatkan.

“Lebih baik ratusan triliun uang negara digunakan untuk menyediakan makanan bergizi, pendidikan, dan layanan kesehatan, daripada dirampok oleh oknum tak bertanggung jawab,” ujar Presiden dengan nada tegas.

Rapat terbatas ini juga menjadi momentum penguatan soliditas antar anggota Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo berkeliling menyapa langsung para menteri dan pejabat yang hadir, menunjukkan gaya kepemimpinannya yang mengedepankan kebersamaan dan koordinasi intensif.

“Konsolidasi tanpa henti, itulah yang terus ditekankan Presiden. Ini bukan sekadar rapat, tapi juga upaya membangun kekompakan dan kebersamaan di antara kami semua,” pungkasnya. (Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *