Jumat, April 17, 2026

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida bersama Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman sidak di pasar terkait MinyaKita. Kris
Ekonomi dan BisnisPemerintah

Sidak Pasar, Pemkot Cirebon Temukan Minyakita Dijual di Atas HET dan Kurang Volume

INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional guna memantau ketersediaan dan harga Minyakita.

Dalam sidak yang digelar di Pasar Gunungsari, Kota Cirebon, ditemukan adanya perbedaan harga serta volume isi pada produk minyak goreng bersubsidi tersebut.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang turun langsung bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, mengungkapkan bahwa hasil pengujian menunjukkan adanya selisih volume isi pada Minyakita kemasan botol dan pouch.

“Hasil monitoring hari ini, kita uji coba dari kemasan botol dan pouch. Untuk kemasan botol ternyata ada selisih 40 mililiter dari nominal yang tertera 1 liter, sedangkan untuk kemasan pouch kurang 10 mililiter dari 1 liter,” ujar Siti Farida, Kamis (13/3/25).

Selain kekurangan volume, sidak juga menemukan bahwa harga jual Minyakita di Pasar Gunungsari melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Minyakita yang dijual di Pasar Gunungsari ternyata mencapai Rp 18.000 per liter, padahal HET yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 15.700 per liter,” ungkap Siti Farida.

Sementara itu, Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menjelaskan bahwa terbatasnya pasokan dan panjangnya rantai distribusi menjadi penyebab utama lonjakan harga ini.

“Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan serta rantai distribusi yang panjang menyebabkan harga menjadi tinggi di tingkat pengecer,” jelasnya.

Menindaklanjuti temuan ini, Pemkot Cirebon akan melaporkan hasil sidak ke pemerintah pusat untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.

“Kami akan sampaikan ke pemerintah pusat adanya temuan ini, karena kasus ini menjadi kewenangan dari Kementerian Perdagangan,” pungkas Iing Daiman. (Kris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *