Beranda Parlemen Potensi Lonjakan ISPA di Tengah Cuaca Ekstrem, Encep Sugiana Minta Fasilitas Kesehatan...

Potensi Lonjakan ISPA di Tengah Cuaca Ekstrem, Encep Sugiana Minta Fasilitas Kesehatan Disiapkan

0
12

INAPOS, BANDUNG – Potensi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah cuaca ekstrem menjadi perhatian DPRD Jawa Barat. Pemerintah diminta memperkuat edukasi kepada masyarakat sekaligus menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan jumlah pasien.

 

Anggota DPRD Jawa Barat dr. Encep Sugiana mengatakan, panas berkepanjangan dan suhu tinggi dapat berdampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat, termasuk meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan.

Karena itu, pemerintah diminta tidak hanya melakukan pencegahan, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus di berbagai fasilitas kesehatan.

“Pemerintah agar terus melakukan upaya-upaya edukasi kepada masyarakat terkait dengan kondisi yang sedang kita hadapi, termasuk juga meningkatnya kasus penyakit yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” kata Encep pada Senin 21 September 2026.

 

Menurut dia, edukasi kepada masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Dengan demikian, potensi peningkatan kasus ISPA dapat ditekan dan masyarakat mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika mengalami gangguan kesehatan.

 

Encep juga menyoroti kesiapan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan. Ia menyebut mendapat informasi mengenai tingginya jumlah pasien di sejumlah rumah sakit, terutama mereka yang mengalami gangguan pada sistem pernapasan.

 

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah diminta meningkatkan koordinasi antara rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta dan klinik.

 

“Pemerintah terus juga mengantisipasi melonjaknya kasus dengan terus meningkatkan sarana prasarana yang ada di pusat-pusat pelayanan kesehatan, termasuk mengkoordinasikan dengan layanan kesehatan yang ada di swasta,” ujarnya.

 

Selain koordinasi, pemerintah diminta menambah sarana dan prasarana apabila kapasitas pelayanan mulai tidak mencukupi. Penambahan kapasitas di ruang instalasi gawat darurat (IGD) menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan.

 

“Jangan sampai ada rumah sakit yang menolak pasien akibat dari kurangnya sarana dan prasarana,” kata Encep.

 

Kesiapan menghadapi potensi lonjakan kasus juga mencakup ketersediaan obat-obatan dan tenaga kesehatan. Menurut Encep, sumber daya manusia di fasilitas pelayanan kesehatan perlu dipersiapkan agar seluruh pasien dapat memperoleh penanganan secara tepat dan efektif.

 

“Penyediaan obat-obatan kemudian SDM-nya juga terus dipersiapkan, terutama di layanan-layanan kesehatan, supaya nanti ketika ada kasus itu semua pasien bisa dilayani dengan tepat dan efektif,” ujarnya.

 

Selain ancaman peningkatan kasus ISPA, Encep meminta pemerintah mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap ketersediaan air bersih.

 

Pemerintah diminta memantau wilayah yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih serta menyiapkan distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

“Pemerintah segera juga memantau ketersediaan air bersih dan bisa mendistribusi ke tempat-tempat yang rawan kekeringan, rawan kekurangan air bersih,” katanya.

 

Menurut Encep, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini untuk menghadapi kemungkinan kondisi cuaca yang semakin ekstrem, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap mampu menangani masyarakat apabila terjadi peningkatan kasus gangguan pernapasan.

Reporter: Ayi

Editor: Redaksi

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini