Jumat, April 17, 2026

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo memberikan bantuan kepada warga korban banjir. Kris
Pemerintah

Wali Kota Cirebon Tinjau Lokasi Banjir, Pastikan Penanganan Cepat dan Efektif

INAPOS, KOTA CIREBON.- Hujan deras yang mengguyur Kota Cirebon dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air meningkat dan mengakibatkan banjir di sejumlah titik.

Menyikapi kondisi ini, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama jajaran terkait turun langsung meninjau lokasi banjir pada Sabtu (15/3/25) untuk memastikan langkah-langkah penanganan segera dilakukan.

Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus berupaya meningkatkan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satu fokus utama adalah perbaikan infrastruktur yang terdampak.

“Tadi kita lihat di Penyuken ada tanggul yang jebol, kami akan segera benahi dan memastikan langkah-langkah teknis lainnya dilakukan dengan cepat,” ujar Effendi Edo.

Ia juga mengimbau warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan memastikan saluran air tidak tersumbat sampah. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dinilai menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi saluran air di sekitar rumah masing-masing, agar aliran tetap lancar dan tidak menyebabkan genangan yang berpotensi menjadi banjir,” tambahnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak tahun lalu.

Upaya tersebut mencakup normalisasi sungai serta pembangunan tanggul dan pintu air di titik-titik strategis.

“Tidak hanya di Penyuken, kami juga telah melakukan persiapan di wilayah sekitar Sungai Sijarak dan Kali Kebat serta beberapa titik lainnya untuk mengurangi risiko banjir,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon, Andi Wibowo, menyebutkan bahwa banjir melanda hampir seluruh kecamatan di kota tersebut.

“Saat ini ada tiga wilayah prioritas yang terdampak paling parah, yaitu Kalijaga, Pekiringan, dan Penyuken. Kami telah melakukan evakuasi warga yang terdampak dan memberikan pertolongan pertama kepada mereka yang membutuhkan,” jelasnya.

Selain langkah tanggap darurat, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas teknis untuk mengeksekusi upaya mitigasi. Warga diminta tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan panggilan 112 yang bisa diakses secara gratis.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera menghubungi 112 jika mengalami kondisi darurat akibat banjir. Layanan ini bisa dimanfaatkan kapan saja dan tanpa biaya,” pungkasnya. (Kris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *