Kamis, April 16, 2026

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pengerukan Kali Cakung Lama di Jalan Pegangsaan II, Kelapa Gading, Jakarta Utara
PemerintahSosial

Tinjau Pengerukan Kali Cakung Lama, Gubernur Pramono Anung Tegaskan Komitmen Atasi Banjir Kelapa Gading Tanpa Penggusuran

INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung pengerukan Kali Cakung Lama di Jalan Pegangsaan II, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin (19/5/25).

Kunjungan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Dalam peninjauan tersebut, Pramono menjelaskan bahwa wilayah Kelapa Gading, khususnya sekitar Pegangsaan Dua, sering mengalami genangan air hingga 30-40 sentimeter setiap musim hujan.

Salah satu penyebab utamanya adalah kondisi Kali Cakung Lama yang telah lama mengalami pendangkalan dan tidak dikeruk.

“Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Jakarta sungguh-sungguh dan serius mengatasi persoalan yang selama ini dikeluhkan warga,” ujar Pramono.

Pengerukan Kali Cakung Lama mencakup total panjang 8 kilometer dan dibagi menjadi 11 segmen pengerjaan. Pramono menargetkan seluruh proyek selesai pada tahun 2027.

Tidak hanya mengandalkan pengerukan, Pemprov juga akan membangun Pompa Bulak Cabe di bagian hilir untuk memperkuat sistem pengendalian banjir.

“Jika proyek ini berjalan baik dan pompa selesai dibangun, maka persoalan banjir di Kelapa Gading bisa diatasi,” tambahnya.

Pramono juga menekankan bahwa proyek ini dilakukan tanpa penggusuran warga. “Yang paling prinsip dalam penanganan Kali Cakung Lama ini adalah tidak adanya penggusuran,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa pengerukan dari segmen 1 hingga 10 dilakukan sesuai lebar eksisting. Sedangkan segmen 11 dan tambahan segmen 12 di Jalan Bakti akan mengalami pelebaran hingga dua meter.

Proses pembebasan lahan untuk pelebaran akan dilakukan sesuai Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 39 Tahun 2023 dan sosialisasi telah dimulai sejak pekan lalu.

“Dari total delapan kilometer, segmen 1 sampai 10 akan mengikuti lebar yang ada. Pelebaran hanya dilakukan di segmen 11 dan 12,” jelas Ika.

Sebagai tambahan, pembangunan Pompa Bulak Cabe dirancang memiliki kapasitas 3 x 8 meter kubik per detik, serta dua unit pompa lumpur dengan kapasitas 0,25 meter kubik per detik. Keberadaan pompa ini diharapkan mampu mengendalikan luapan air dari Kali Cakung Lama yang selama ini menjadi penyebab genangan tahunan.

Dengan upaya terintegrasi ini, Pemprov DKI Jakarta berharap banjir di Kelapa Gading dapat diminimalisir secara signifikan tanpa harus mengorbankan tempat tinggal warga.

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *